logo SUARA MERDEKA
Line
  Sabtu, 3 Januari 2004 Jawa Tengah - Pantura  
Line

Rumah Calon Bupati Dijaga

  • Semuanya Harus Bersikap Legawa

SLAWI-Aparat Polres, mulai menjaga keselamatan jiwa Calon Bupati (Cabub) dan Calon Wakil Bupati (Cawabub) Kabupaten Tegal, setelah nama-namanya diumumkan sejumlah fraksi dalam sidang paripurna DPRD, Rabu (31/12) lalu.

Penjagaan tersebut, menurut Kasatintelkam AKP Sumbaryono, antara lain dengan menggiatkan patroli di rumah setiap calon, terutama yang berdomisili di wilayah hukum Polres Tegal atau di wilayah administrasi Kabupaten Tegal.

Bahkan calon dari luar kota, yang memiliki rumah di wilayah tersebut, tetap mendapatkan perlakuan istimewa dari aparat kepolisian. Rumah mereka setiap saat selalu dikunjungi mobil patroli dan diawasi secara tertutup oleh sejumlah anggota satintelkam.

''Jadi, saya harapkan calon bupati dan wakilnya jangan kaget kalau ada mobil patroli mampir ke rumah salah seorang calon. Ada juga anggota intel dan reserse yang terkadang nongkrong di sana,'' paparnya.

Kapolres Tegal AKBP Drs Moch Iriawan menegaskan, kebijakan penjagaan terhadap rumah cabup dan wabup itu, demi kesuksesan pilbub dan wabub yang bakal dilaksanakan pada Sabtu (10/1) mendatang. ''Karena itu, demi menjaga segala gangguan yang tidak diinginkan, Polres punya kebijakan untuk membantu pengamanannya,'' tutur AKBP Drs Moch Iriawan, saat coffee morning dengan delapan calon dan panitia pemilihan (panlih) di ruang pertemuan Mapolres Tegal, kemarin.

Rumah Dewan

Selain menjaga rumah calon tersebut, aparat juga sudah mulai menjaga rumah anggota Dewan. Karena keselamatan anggota yang memilih juga sama pentingnya dengan calon yang akan dipilih. ''Jadi, pengamanannya menggunakan sistem terbuka dan tertutup. Yang jelas aparat akan melakukan pengamanan semaksimal mungkin,'' tandas Kapolres Tegal.

Sementara itu, saat coffee morning kapolres juga mengimbau kepada seluruh cabup dan cawabup agar bersikap legawa jika ternyata kalah dalam pemilihan mendatang.

Menjadi calon dalam pemilihan, lanjut dia, memang harus siap kalah. Kalau toh menang, pihaknya juga mengharapkan jangan berhura-hura. Karena selesai meraih kemenangan masih ada tugas lain yang lebih berat. Yakni, mengemban amanat rakyat.

Ajakan untuk bersikap legawa, rupanya mendapatkan respons positif dari semua calon yang hadir. Ir Moh Abdul Azis SH SE salah seorang calon bupati dari Fraksi Karya Amanat (FKA) dan berpasangan dengan Budi Sutrisno mengatakan, jika dirinya kalah akan segera ke Semarang melanjutkan pekerjaan yang selama ini digelutinya.

Demikian juga dikemukakan Agus Riyanto SSos yang mengaku masih berusia lebih muda. Calon kuat dari FPDI-P dan FKB yang berpasangan dengan H Hammam Miftah menyanggupi ajakan kapolres. Dirinya siap bersikap legawa jika pada akhirnya kalah dalam pilbub mendatang.

Kesediaan seperti itu sangat melegakan semua pihak. Antara lain dari Ketua Panlih HM Riva'i dan Muslikh (anggota panlih). Menurut dia, kesediaan bersikap seperti itu akan membantu menenteramkan masyarakat.(D12-17s)


Berita Utama | Semarang | Sala | Jawa Tengah | Olahraga | Internasional
Budaya | Wacana | Ekonomi | Fokus | Cybernews | Berita Kemarin
Copyright© 1996 SUARA MERDEKA