logo SUARA MERDEKA
Line
  Rabu, 31 Desember 2003 Olahraga  
Line

PSSI Belum Tentukan Wasit

JAKARTA- Sebelum mendapat tugas sebagai pengadil pertandingan di Ligapro X 2004, oleh PSSI seluruh wasit diberi kesempatan mengikuti penyegaran.

Tetapi hingga kemarin, berapa jumlah wasit yang akan dipilih untuk memimpin pertandingan-pertandingan di kompetisi liga, belum diputuskan.

''Kepastian jumlah personel wasit baru bisa kita putuskan satu-dua hari mendatang,'' kata Rafli Razak, Ketua Departemen Perwasitan PSSI.

Menurut Rafli Razak, keputusan mengenai jumlah wasit yang akan memimpin Ligapro X --dulu biasa disebut Liga Indonesia-- sangat bergantung pada hasil seleksi dan penyegaran di Yogyakarta, 26-29 Desember ini.

''Kami merencanakan merekrut 180 wasit dari total 200 wasit yang mengikuti kegiatan ini. Penyegaran semacam ini sekaligus menjadi ajang seleksi bagi mereka,'' tegas Rafli Razak, salah satu perwira menengah di divisi intelijen Mabes Polri.

Dua Tahap

Penyegaran wasit dilakukan dalam dua tahap, yakni pada 19-21 Desember di GOR Jaya Raya Ragunan, Jakarta, dan tanggal 26-29 Desember di Yogyakarta. Materi penyegaran diberikan oleh instruktur wasit dari Asian Football Association (AFC) Nick Achmad, ditambah materi dari Rafli Razak sendiri dan Djadja Mudjahidin (Direktur Perwasitan PSSI).

Dua tahap penyegaran masing-masing diikuti 100 wasit dari daerah-daerah di sekitar Pulau Jawa.

Nantinya, kata Rafli Razak, tidak tertutup juga diadakan penyegaran untuk sisa wasit kategori S-1 lain yang tersebar di seluruh Indonesia. Dalam catatan Rafli, jumlah wasit dengan sertifikat S-1 di Indonesia 562 orang.

Sementara jumlah wasit yang ditugaskan memimpin Ligapro X akan ditetapkan dua-tiga hari mendatang, Ketua Umum PSSI Nurdin Halid sudah menetapkan untuk menaikkan honor para wasit tersebut. Yakni, dari semula Rp 800.000 menjadi Rp.1,5 juta setiap pertandingan.

Peningkatan honor wasit ini merupakan salah satu langkah terobosan PSSI dalam rangka memerangi mafia perwasitan, yang selalu menghantui perjalanan berbagai roda kompetisi sepakbola di Tanah Air.

PSSI bertekad memberangus mafia wasit. Peningkatan honor sekaligus juga sebagai upaya meningkatkan profesionalitas wasit-wasit tersebut.

Dari segi jumlah, honor Rp 1,5 juta itu mungkin tak ada artinya untuk para wasit yang senantiasa diiming-imingi bayaran jauh lebih besar untuk memenangkan salah satu tim di kompetisi yang berjalan.

Namun, kata Nurdin, kalau para wasit tersebut sudah benar-benar bersikap profesional, maka iming-iming apa pun tidak akan ada artinya bagi mereka. (wgm-77)


Berita Utama | Semarang | Sala | Jawa Tengah | Olahraga | Internasional
Budaya | Wacana | Ekonomi | Fokus | Cybernews | Berita Kemarin
Copyright© 1996 SUARA MERDEKA