logo SUARA MERDEKA
Line
  Rabu, 31 Desember 2003 Olahraga  
Line

19 Pemain Bermasalah

JAKARTA- Hanya lima hari sebelum kompetisi Divisi Utama Ligapro Indonesia X bergulir, 17 pemain asing dan dua pemain lokal masih didera masalah. Direktur Alih Status dan Transfer Pemain PSSI Barry Sihotang menjelaskan, 17 pemain asing belum memenuhi persyaratan sertifikat transfer internasional (ITC), serta dua pemain lokal, Edu Juanda dan Martin Thao memiliki ikatan kontrak dengan dua klub setelah batas akhir pendaftaran.

Dari 17 pemain asing itu, runner up musim lalu PSM Makasar dan Persipura bermasalah dengan empat pemain asingnya, Persija Jakarta (tiga), Deltras Sidoarjo (dua), serta masing-masing satu pemain di PKT Bontang, Persib, PSMS Medan dan Persebaya Surabaya. Data dari Direktur Alih Status dan Transfer Pemain juga menyebutkan sebuah rekor pemain asing 76 orang dari total 433 pemain yang bakal berlaga di Divisi Utama musim depan.

Putaran pertama Ligapro X akan dimulai serentak di delapan kota pada 4 Januari, dengan partai juara Persik Kediri menjamu PKT Bontang di Stadion Brawijaya sebagai tempat pembukaan resmi. Putaran pertama akan berakhir 19 April, dan enam hari kemudian putaran kedua bergulir sampai 7 Juli.

Sudah Beres

Sementara itu, Manajer Persija IGK Manila mengatakan pihaknya telah menuntaskan semua aturan berkaitan dengan ITC empat pemainnya asal Argentina sejak awal Desember lalu. Tapi dia mengakui, satu pemain asingnya belum memproses ITC.

''Setahu saya keempat pemain Argentina di Persija sudah kami sampaikan persyaratan ITC-nya ke PSSI. Mungkin dua lainnya masih dalam proses di Depnaker,'' katanya.

Dua pemain Persija Hernan Ortiz dan dan Alejandro Chavez belum menyerahkan persyaratan ITC, sedang Roberto Chena dan Emanuel de Porraz sudah memenuhi persyaratan yang menjadi aturan FIFA sebelum seorang pemain bisa diturunkan oleh klub dalam sebuah kompetisi resmi negara bersangkutan. Jika persyaratan ITC itu belum tuntas, maka baik Ortiz maupun Chavez yang membawa Persija menjadi juara di Piala Emas Bang Yos, terancam gagal berlaga untuk tim Macan Kemayoran di Ligapro musim ini.

Direktur Alih Status dan Transfer Pemain Barry Sihotang mengatakan meski batas akhir pendaftaran minimal 18 pemain resmi berakhir Senin (29/12), pihaknya masih memberi peluang hingga sebelum line up pertandingan perdana digelar. ''Kami memperpanjang hingga sebelum line up pemain dibuat untuk pertandingan pertama. Jika seorang pemain asing sudah memenuhi persyaratan ITC 15 menit sebelum pertandingan dimulai, ia bisa dimainkan,'' katanya.

Jika tidak, pihaknya tak akan memberi izin pada klub menurunkan pemain bersangkutan hingga memenuhi persyaratan pada batas akhir pendaftaran total maksimal 30 pemain di tiap klub pada 4 Februari mendatang.

Barry juga mengungkapkan masalah yang melibatkan gelandang timnas SEA Games XXII, Edu Juanda dan Marthen Tao. Edu didaftarkan dua klub, yakni PSPS Pekanbaru dan PSMS Medan, sedangkan Marthen Tao ternyata sudah mengikat kontrak dengan Arema Malang yang terdegradasi ke divisi satu. ''Arema mengirim pemberitahuan pada kami tentang kontrak Marthen kemarin (Senin, 29/12). Dan ternyata PKT Bontang mendaftarkan dia juga dengan berdasar pada kontrak dengan pemain,'' katanya.Ia mengatakan, PSSI tidak memiliki kewenangan untuk mencampuri urusan kedua klub dan pemain yang bersangkutan. ''Semuanya terserah bagaimana kedua klub itu serta pemain bersangkutan. Dan jika tidak tercapai kesepakatan, tentu pemain bersangkutan tidak bisa bermain di Liga hingga masalahnya tuntas,'' katanya. (wgm,ant-77)


Berita Utama | Semarang | Sala | Jawa Tengah | Olahraga | Internasional
Budaya | Wacana | Ekonomi | Fokus | Cybernews | Berita Kemarin
Copyright© 1996 SUARA MERDEKA