logo SUARA MERDEKA
Line
  Rabu, 31 Desember 2003 Berita Utama  
Line

Gagal Berhaji karena Hamil

SOLO-Gagal berangkat ke Tanah Suci Makah bukan hanya akibat pembatalan tambahan kuota dari pemerintah Arab Saudi. Kamiyem binti Mento Ngatinah harus ikhlas batal naik haji tahun ini karena diketahui positif hamil.

Padahal wanita asal Sukoharjo itu kemarin sudah berada di Asrama Haji Donohudan dan tergabung dalam kelompok terbang (kloter) I. Mestinya pemegang paspor nomor 11106900 itu hanya tinggal menunggu jam pemberangkatan.

Menurut Kakanwil Depag Jateng Drs HM Chabib Thoha MA selaku Ketua Panitia Penyelenggara Ibadah Haji (PPIH) 2004 Jateng, wanita itu baru diketahui positif hamil sekitar pukul 15.00. Menurut keterangan medis, ia juga belum mendapat suntikan vaksin antimeningitis.

''Daripada nanti mengalami persoalan di Arab Saudi, sejak dini diputuskan batal dan dikembalikan ke daerah asal,'' kata Kakanwil. Kekosongan (open seat) satu kursi itu kemudian diisi orang lain.

Dalam upacara pemberangkatan kloter I, Selasa dini hari, Chabib menjelaskan, dari 19.763 calon haji (calhaj) Jateng tahun ini ada 37 orang yang gagal berangkat. Penyebabnya bermacam-macam, antara lain hamil, sakit, dan meninggal dunia. ''Berarti sampai pemberangkatan Kloter I ada 37 kursi kosong bagi jamaah yang ingin berangkat ke Tanah Suci tahun ini,'' katanya.

Sampai dengan hari terakhir pemberangkatan, biasanya jumlah open seat bertambah karena berbagai sebab.

Upacara pemberangkatan berlangsung mulai pukul 03.00 dini hari. Sebanyak 400 calhaj terdiri atas 151 orang dari Kabupaten Wonogiri dan 249 lainnya dari Sukoharjo, ditambah lima petugas kloter dikumpulkan di Gedung Muzdalifah. Hadir dalam acara itu Gubernur H Mardiyanto, Ketua Umum MUI KH Habib Lutfi bin Yahya, Kepala Badan Kesbang dan Linmas HS Prayitno, Kepala BIKK Drs H Anwar Cholil dan lain-lain.

Dari gedung tersebut, mereka diangkut menggunakan 10 bus Aerotransport milik Garuda menuju Bandara Adi Sumarmo Solo.

Pesawat Besar

Menurut Chabib, tahun ini Embarkasi Adi Sumarmo Solo memberangkatkan 22.803 orang. Terdiri atas 19.763 orang dari Jateng, 735 dari Kalimantan Tengah dan 2.401 dari DIY. Selama di Tanah Suci mereka didampingi 57 anggota Tim Pemandu Haji Indonesia (TPHI), 57 TPIHI, dan 171 lainnya TKHI.

Calon haji tertua umur 93 tahun, yakni Muha Sholeh bin Sumitro dari Kota Surakarta. Calon haji termuda berumur 7 tahun yakni Aldila Cahaya Laili Aprilia binti Cahyanto dari Kabupaten Kendal. ''Dibanding tahun 2003, jumlah calon haji Jateng tahun 2004 naik 5,98 persen,'' katanya.

Sekretaris PPIH Drs H Muchtar Hadi MAg menambahkan jamaah haji tahun ini berbeda dari tahun sebelumnya. Mereka diangkut menggunakan tiga pesawat berbadan lebar yaitu Airbus 330. ''Kalau dulu hanya mampu mengangkut 325 orang, sekarang bisa mengangkut 405 orang.''

Menurut dia, pengamanan dan pelayanan jamaah haji di Asrama Donohudan juga ditingkatkan. Antara lain perluasan ruang pemeriksaan kesehatan, peninggian pagar keliling, money changer, canopy (penghubung) antara gedung Jeddah dan Muzdalifah, dan lain-lain.

Sementara itu, Gubernur Mardiyanto yang melepas calon haji sampai ke dalam pesawat meminta para tamu Allah itu mendoakan umat Islam yang tahun ini gagal berangkat ke Tanah Suci.

''Doakan saudara kita yang gagal agar tahun depan bisa menunaikan rukun Islam yang kelima. Doakan pula bagi kedamaian, keselamatan, kesejahteraan, persatuan, dan keutuhan bangsa serta Negara Kesatuan Republik Indonesia, terutama Pemilu 2004 yang tinggal beberapa bulan lagi.''

Ia juga mengingatkan agar calhaj menjaga kekompakan, kebersamaan intern, dan antarkloter, termasuk keharmonisan kerja sama antara jamaah dan ketua kelompok serta petugas pembimbing haji. Semua itu dilandasi semangat ukhuwah islamiyah serta prinsip asah, asih, dan asuh.

Pada pukul 10.15 kemarin, kloter 2 sebanyak 405 calhaj dari Kabupaten Banjarnegara, Kabupaten Semarang, dan Sukoharjo juga diberangkatkan menggunakan pesawat Garuda dengan nomor penerbangan GA 6201.

Visa Calhaj

Terkait dengan pemberangkatan haji dari Surabaya, sampai kemarin, pengurusan visa 310 calhaj asal Jatim belum selesai. Karena itu, Gubernur Imam Utomo meminta agar Depag dan instansi terkait lain segera menyelesaikan masalah tersebut.

Dengan begitu, ke-310 calon haji tersebut bisa diberangkatkan ke Tanah Suci dalam tempo cepat sesuai dengan kloter mereka.

"Masalah visa 310 calhaj asal Jatim yang masih tersangkut di pusat (Jakarta) tolong segera diselesaikan. Informasinya, insya Allah hari ini (kemarin-Red) sudah ada yang selesai, termasuk anggota kloter yang berangkat hari ini (kemarin-Red)," kata Imam setelah memberangkatkan 450 calon haji dari Bandara

Udara Juanda Surabaya, Selasa (30/12).

Saat memberangkatkan calon haji kloter I dari Kota Surabaya dan Kabupaten Mojokerto, ia didampingi Ketua MUI Jatim KH Masduki Mahfud dan Kakanwil Depag Jatim Drs H Roziqi MM.

Gubernur menyebutkan, penyelesaian segera 310 visa calon haji Jatim itu sangat penting agar kekecewaan mereka tak bertambah setelah ada pembatalan tambahan kuota haji Indonesia oleh Pemerintah Saudi Arabia.

"Pada musim haji tahun ini, Jatim memberangkatkan 40.886 calon haji."

Kakanwil Depag Roziqi menambahkan, calon haji yang visanya belum selesai tetap diberi prioritas keberangkatan ke Tanah Suci sejauh visanya sudah beres. "Dari 1.500 visa, yang selesai hari ini 1.190 visa, sisanya 310 visa insya Allah selesai secepatnya."

Calon haji kloter pertama dari Jatim naik pesawat Saudi Arabian Airlines. (G10,B13,G14-78,13e)

Jadwal Keberangkatan

Rabu, 31 Desember 2003

Kloter 3, pukul 08.00: 405 orang dari Kabupaten Sragen

Kloter 4, pukul 11.15: 405 orang dari Kabupaten Tegal

Kamis, 1 Januari 2004

Kloter 5, pukul 09.00: 405 orang dari Kabupaten Jepara

Kloter 6, pukul 12.15: 405 orang dari Kabupaten Jepara


Berita Utama | Semarang | Sala | Jawa Tengah | Olahraga | Internasional
Budaya | Wacana | Ekonomi | Fokus | Cybernews | Berita Kemarin
Copyright© 1996 SUARA MERDEKA