logo SUARA MERDEKA
Line
  Rabu, 31 Desember 2003 Berita Utama  
Line

Pemilu 2004

TNI-Polri dan Birokrasi Netral, Pemilu 2004 Sukses

GROBOGAN - Pemerintah mengingatkan TNI-Polri dan birokrasi supaya netral dalam Pemilu 2004. Artinya tidak memihak pada salah satu kekuatan partai peserta pemilu. Sebab kenetralan itu diyakini akan mengantarkan pemilu berjalan aman dan sukses.

"TNI-Polri berkewajiban mengamankan jalannya pemilu dan tidak dibenarkan memihak pada salah satu kekuatan partai politik, termasuk ke PDI-P," kata Ketua FPDI-P DPR Tjahyo Kumolo SH kemarin. Ia mengatakan hal itu pada acara halalbihalal jajaran DPC PDI-P Grobogan di Kantor DPC yang baru di Lejok Purwodadi. Hadir dalam acara itu Wakil Bupati H Bambang Pudjiono SH, Sekda Drs H Sutomo HP SH MM, KPU, Panwas, semua pejabat di jajaran Pemkab, camat dan kades masing-masing beserta istri.

Tjahyo dalam Pemilu 2004 dicalonkan DPC PDI-P sebagai caleg nomor urut jadi dari daerah pemilihan Grobogan. Dikatakan, birokrasi termasuk di dalamnya menteri, gubernur, bupati, camat, kades dan jajarannya mempunyai kewajiban sama, yaitu mewujudkan Pemilu 2004 sukses. Meskipun pejabat tertinggi di jajaran bikrokrasi itu terpilih dari partai.

Megawati Soekarnoputri selaku presiden terpilih dari koalisi partai-partai telah wanti-wanti pada jajaran TNI-Polri dan birokrasi supaya menjalankan tugas pemerintahan dengan baik. Bahkan telah mengingatkan angkatan itu supaya tidak menggunakan kekuasaannya untuk kepentingan partai. Sebab hal seperti itu hanya akan menyebabkan pemilu sarat dengan masalah.

"Kita tidak menginginkan pemilu nanti berdarah," ujarnya. Undang-undang pemilu kata dia, memang melarang TNI-Polri dan birokrasi terlibat dalam politik praktis. Sebab dikawatirkan tidak independen. Namun demikian diakui masih ada beberapa anggota dari kesatuan itu maupun pegawai negeri sipil (PNS) yang tidak mematuhi undang-undang. Karenanya pemerintah mulai sekarang mengingatkan supaya kenetralan tersebut betul-betul diwujudkan dalam tindakan nyata. Sehingga Pemilu 2004 sukses.

Di bagian lain Tjahyo mengatakan, PDI-P dalam pemilihan presiden 5 Juli nanti tetap mencalonkan ketua umumnya, Megawati Soekarnoputri sebagai presiden 2004-2009. Namun siapa wakilnya belum ditentukan sekarang. Sebab DPP PDI-P masih memilih-milih calon wakil yang dianggap tepat.

Yang pasti, kata dia, wakilnya adalah seorang laki-laki yang mempunyai visi yang sama dengan PDI-P. Selain itu didukung oleh sebagian besar rakyat Indonesia. Siapa dia belum bisa dijelaskan sekarang. Sebab DPP juga akan melihat partai-partai yang memenangkan Pemilu 2004. Karenanya cawapres PDI-P baru akan diumumkan seminggu setelah Pemilu 2004.

Bupati Grobogan H Agus Supriyanto SE mengatakan, Pemilu 2004 lain dari sebelumnya. Karena pemilih nantinya dihadapkan pada gambar partai dan nama caleg. Maka pemilih bisa memilih yang disukai, yaitu memilih tanda gambar patai saja atau memilih gambar partai sekaligus nama calegnya.

Ketua DPC PDI-P Grobogan M Yaeni SH mengatakan, pejabat, camat dan kades se-kabupaten, serta KPU dan Panwas diundang dalam acara halalbihalal ke DPC PDI-P karena jajaran DPC merasa mempunyai salah dengan pelaksana birokrasi di Pemkab. Maka tidak salah bila mereka diundang guna diajak berhalalbihalal. (A23-78)


Berita Utama | Semarang | Sala | Jawa Tengah | Olahraga | Internasional
Budaya | Wacana | Ekonomi | Fokus | Cybernews | Berita Kemarin
Copyright© 1996 SUARA MERDEKA