logo SUARA MERDEKA
Line
  Rabu, 31 Desember 2003 Berita Utama  
Line

Memanas, Berkabut, dan Penuh Perselingkuhan

  • Prediksi Supranatural 2004
Bos Edi, Djeng Asih dan Mbah Roso - SM/tt

JANGAN terlalu percaya pada ramalan apa pun jika belum melihat ''kenyataan'' yang diprediksikan oleh para paranormal. Karena itu, ada baiknya kita baca kembali ramalan-ramalan 2001-2003, agar kita tak terkecoh pada prediksi-prediksi mereka. Pada Desember 2001, misalnya, di harian ini Bos Edi, paranormal asal Pati, meramal bakal muncul orang-orang yang merindukan zaman Soeharto (SM/31-12-2001). Kenyataannya sepanjang 2002-2003, orang-orang terdekat Pak Harto membuat partai dan penghujung 2003 melahirkan Partai Karya Peduli Bangsa (KPPB) serta mencalonkan Mbak Tutut sebagai presiden.

Tak lama kemudian Mbah Roso memprediksi, ''Nasib rakyat Irak kian parah. Ini akibat Saddam dan Bush padha edane. Nasib Saddam cukup rawan, fifty-fifty, malah bisa hancur.'' (SM/2-4-2003)

Kenyataannya, 13 Desember 2003, Saddam bukan hanya bernasib rawan, tetapi telah ditangkap hidup-hidup. Hal senada pada hari yang sama parapsikolog Ki Hudoyo Doyodipuro bilang, ''Ketenteraman rupa-rupanya belum bisa terjamin. Akan tumbuh tindakan-tindakan anarkis dan kekerasan. Kita cenderung ngrusak pager ayu. Selingkuh --termasuk dalam politik-- dianggap biasa dan krisis moral meningkat.''

Yang terjadi kemudian, sepanjang 2003 ada peledakan bom di Hotel JW Marriot, Poso membara, ''kerja sama'' Partai PDI-P dan PPP dirintis, dan berbagai tindak kekerasan merebak. Tentu saja tak semua ramalan menjadi ''kenyataan'' karena biasanya diungkapkan dalam ungkapan yang ''rumit'' dan tertutup kabut bahasa.

Masa Datang

Kini 2003 telah berakhir. Bagaimana para paranormal menatap masa depan Indonesia sepanjang 2004, sepanjang Tahun Monyet? Misalnya saja, siapa calon presiden Indonesia menurut mereka?

''Sebenarnya Sri Sultan Hamengku Buwono X (HB-X) memenuhi syarat sebagai calon presiden yang mempunyai kecerdasan, kepintaran, dan kearifan. Sayang, pemunculannya menggunakan simbol umbul-umbul kuning, sehingga memudarkan wahyu keprabon yang dimiliki?'' ungkap Djeng Asih, perempuan paranormal yang dijuluki oleh para pengguna jasanya sebagai Ratu Susuk Indonesia itu.

Kans Mega? ''Kans Mega untuk menjadi presiden lagi 55 persen banding 45 persen.''

Bagaimana dengan Tutut atau Susilo Bambang Yudhoyono? ''Mbak Tutut belum waktunya tampil. Mungkin satu windu lagi baru bisa muncul. Susilo masih akan terganjal. Dia tak memiliki darah biru dan wahyu keprabon.''

Lalu siapa yang bisa jadi calon presiden? '' Sampai saat ini tak ada figur yang layak,'' tandas perempuan yang juga mengasuh rubrik keperempuanan di sebuah majalah wanita Ibu Kota itu.

Djeng Asih memang tak mau menyebut nama. Namun Bos Edi dengan mempercayai nujum Jangka Jayabaya, dia terang-terangan menunjuk nama yang mengandung No sebagai presiden Indonesia. ''Setelah nata yang berarti Soekarno dan Soeharto, maka kita menunggu munculnya presiden bernuansa No yang akan menjadi pewaris sejati negeri ini. Namun, kalau sampai muncul 'presiden sementara', kondisi kita akan semakin terpuruk,'' jelas pria yang memangku ''jabatan'' sebagai Ketua Paranormal Indonesia itu.

Apa terawangan Mbah Roso, pria paranormal yang dijuluki sebagai Pangeran Pengasihan itu, tentang presiden Indonesia? ''Megawati menang tipis. Dia masih membawa pulung. Meski demikian pulung itu tak sepenuhnya memancarkan sinar yang terang benderang.''

Hudoyo Doyodipuro yang menyebut 2004 sebagai Tahun Yamadipati lebih tegas menyebutkan, ''Kejahatan ekonomi, koruptor terbongkar, penipuan besar-besaran meningkat, bahkan pembobolan bank dengan teknologi canggih bisa terjadi. Semua itu berjalan dari awal tahun hingga dasa kartika atau sepuluh bulan. Itu disusul dengan jatuhnya Presiden Megawati dalam pemilihan presiden 2004. Tentu saja ada gejolak.''

Prediksi Umum

Bagaimana situasi Indonesia secara umum? ''Secara umum Tahun Monyet bukanlah tahun yang stabil,'' ungkap Suhu Ong.

Dalam buku Tahun 2004-Tahun Monyet Kayu, Monyet yang Agresif Penuh Arogansi, dia juga menjelaskan, suhu politik yang tak menentu serta ketegangan yang terjadi tahun lalu masih mengimbas. Demikian juga gejolak ekonomi dan ketidakpastian hukum masih ikut mewarnai. Meski demikian akan muncul segudang improvisasi di bidang politik, diplomasi, dan permodalan. Bidang-bidang itu menjadi semacam arena judi raksasa. Setiap orang berusaha menggertak.

''Tahun Monyet adalah tahun kontroversial...Kehidupan diwarnai sikap yang tak mau mengalah, suka perdebatan, dan ngotot,'' ungkap Wong Tjhong Kian & Gusti Ayu Pamekas dalam Tahun Monyet Berdasarkan Cap Jie Shio.

Meski demikian, tak perlu terlalu pesimistis. Sebab, pada Tahun Monyet, paling tidak menurut prediksi Elizabeth Tao & Robert Tara dalam Tahun Monyet bagi Eksekutif, Manager, Eksekutif, dan Pengusaha, secara politik, banyak pemerintahan (di dunia) yang lebih memfokuskan kebijakan dalam negeri daripada kebijakan luar negeri. Perhatian banyak ditujukan pada undang-undang bidang kesejahteraan, membantu memenuhi kebutuhan dan memperbaiki bidang kesehatan serta pelayanan kepada masyarakat.

Namun tetap waspadalah. Sebab, pada tahun 2004, perang gerilya (GAM versus TNI) dan perang antarpribadi masih muncul. ''Segala macam tipu muslihat kotor dan keji merasuki manusia yang sudah terbelenggu dendam kesumat, untuk melaukan pelampiasan pembalasan,'' tulis Suhu Bingo dalam Tahun 2004 tahun Penuh tipu Muslihat.

Karena itu, dengan tegas Mbah Roso menganggap Tahun Monyet ini sebagai tahun panas, penuh perselingkuhan. ''Sungguh, perselingkuhan tak hanya terjadi antara perempuan dan wanita, tetapi juga mendera kehidupan politik kita. Perselingkuhan dan persekongkolan antara partai satu dan lain kian merebak. Konglomerat berselingkuh dengan penguasa. Pengacara berselingkuh dengan penjahat. Akibatnya, situasi kian memanas.''

Dalam bahasa Bos Edi tahun ini disebut sebagai tahun berkabut. ''Kalau tak hati-hati kita akan hidup dalam kegelapan yang sangat pekat. Ini tahun penentuan kita sebagai bangsa.''

Dalam pandangan Hudoyo awal 2004 jatuh pada Kamis Pahing yang berneptu 17. Angka 17 dalam maprabasapta jatuh pada hitungan Satriya Wibawa. '' Ini merupakan tahun kejayaan para kesatria. Sing salah seleh. Becik ketitik ala ketara. Tahun 2004 adalah saat tegak keadilan dan keruntuhan keangkamurkaan.''

Namun, jelas Hudoyo, bencana alam, hujan badai, tanah longsor, pohon dan rumah roboh terserang puting beliung, banjir bandang, banjir lahar dingin, dan kapal bertabrakan, pesawat jatuh, dan kecelakaan mobil tatap terjadi.

Bagaimana mengenai Pemilu 2004? Pemilu, menurut penerawangan Hudoyo, berjalan lancar. Terjadi kompromi politik. Saling menjaga kestabilan dan kenyamanan dalam pesta demokrasi tersebut. Meski demikian ada kekacauan di sana-sini, terutama di pinggiran kota-kota besar. Penjarahan dan kekerasan dari para preman yang memancing-mancing kekeruhan juga tak bisa diabaikan. Untung mereka berhasil diringkus. ''Kalau pemilu berhasil dan lolos dari marabahaya, kita akan bisa meniti kebaikan di bidang ekonomi, moneter, politik dan hokum. Itu karena Semar atau Sabda Palon Naya Genggong turun tangan dan berhasil mengendalikan Yamadipati,'' jelas dia.

Jangan terburu-buru senang dulu. Pasalnya, Mbah Roso, paranormal asal Pati, menyebut, ''Pemilu tetap dalam situasi yang terkendali, tetapi memanas. Karena itu, saya berharap pemimpin partai, masyarakat, dan pemerintah hidup dalam kewaspadaan. Apalagi pada 2004, saya melihat sinar merah kehitam-hitaman menyelimuti kehidupan kita.''

Jalan Keluar

Sekarang timbul pertanyaan penting, apakah tak ada sinar terang pada 2004? ''Tuhan bisa saja mengubah segala yang digariskan jika manusia mau memohon dengan amat sangat agar dibebaskan dari penderitaan dari virus atau sengkala gendring . Tuhan akan memberikan qudra yang memungkinkan keadaan berubah. Yang jelas untuk memancing qudra Allah dan memunculkan sinar putih dan kuning keemasan akan muncul ketertiban, kedamaian, dan ketenangan kita harus bersandar pada Allah semata. Anda boleh berkunjung atau minta tolong paranormal, tetapi saya dan yang lain hanyalah sarana. Pendek kata jauhi perselingkuhan, hindari kebrutalan, dan berbuat baiklah, dan menyadari tindakan jahat yang telah dilakukan,'' kata Mbah Roso yang telah melakukan ibadah haji itu.

Hal senada juga diungkapkan oleh Djeng Asih. ''Saya hanya ingin menganjurkan kepada keluarga di seluruh Indonesia agar menjaga harmoni keluarganya dengan berbagai cara. Perselingkuhan hanya akan menghancurkan bangsa ini. Hanya, memang tak mudah menghindar dari perselingkuhan. Kaum wanita harus tahu bagaimana membuat sang suami tidak selingkuh.''

Jika ''perselinghunan'' dalam bentuk apa pun (termasuk dalam politik dan ekonomi) sirna , jelas Djeng Asih, pada 2005 akan muncul awal kemakmuran, keadilan, ketenteraman, dan kedamaian lahir batin. ''Ya, mari berdoa agar sengkala karma segera hilang,'' ajak dia.

Di luar semua itu, Bos Edi berharap akan muncul keajaiban yang menyebabkan kemunculan pemimpin yang mengusung nama No. ''Itu akan memberi masa indah dalam hidup kita.''

Benarkah semua prediksi itu? Kita tunggu ''kenyataannya''. Anda pun berhak meramal masa depan Anda sendiri sebagaimana mereka telah meramalkan kehidupan kita pada Tahun Monyet yang konon penuh kegetiran ini. (Triyanto Triwikromo-72)


Berita Utama | Semarang | Sala | Jawa Tengah | Olahraga | Internasional
Budaya | Wacana | Ekonomi | Fokus | Cybernews | Berita Kemarin
Copyright© 1996 SUARA MERDEKA