
| Rabu, 31 Desember 2003 | Berita Utama |
Pemutaran Film "We Were Soldiers"
Tentara Tetaplah Manusia
WARGA Kota Semarang, memiliki banyak pilihan acara dalam merayakan malam pergantian tahun 2003-2004. Selain konser akbar supergrup band Boomerang di depan Gedung Rimba Graha Jl Pahlawan, masyarakat Ibu Kota Jateng juga dapat menanti saat-saat pergantian tahun dengan menyaksikan film terbaru layar lebar yang dipersembahkan oleh PT Djarum Semarang. Film berjudul We Were Soldiers itu, ditayangkan pada layar monitor raksasa berukuran 500 meter persegi yang dibangun di atas perbukitan bekas Hotel Siranda. Dengan menggunakan proyektor berkekuatan 15.000 lumen, sinema yang dibintangi Mel Gibson, Madelline Stowe, Sam Elliot, Greg Kinnear, Chris Klein, Keri Russel, dan Barry Pepper, itu dapat disaksikan para peraya Tahun Baru dari kejauhan, seperti dari seputaran air mancur Undip dan lapangan Simpanglima. Film yang diputar atas kerja sama PT Djarum dengan PT Sanggar Film Semarang -selaku pemilik sah izin peredaran dan pemutaran film- itu, menawarkan tema yang sangat menarik, yakni kompleksitas permasalahan dalam dan akibat perang. Film itu digarap oleh sutradara andal, Randal Wallace, seorang penulis skenario film terbaik 1995 versi Oscar lewat karyanya The Braveheart. Ketika seorang Randall Wallace, menyutradarai sekaligus menulis skenario sebuah film perang, tentu saja orang berhak untuk berharap tidak hanya akan melihat adegan-adegan pertempuran seru yang ditampilkan secara realistis seperti dalam The Braveheart), tapi juga -lebih dari itu- memperoleh nilai baru dalam pemahaman terhadap makna hidup dan kehidupan. Sinopsis Film We Were Soldiers yang diangkat dari kisah nyata itu, bercerita tentang seorang perwira militer idealis yang kembali mendapatkan tugas merebut beberapa wilayah strategis di Vietnam. Karena tugas itu, kembali ia harus meninggalkan istri dan anak-anaknya; kembali harus memberi semangat pasukannya; kembali harus meyakinkan dirinya bahwa semua itu adalah demi tugas negara. Film tersebut, akan diputar secara gratis pada acara "Djarum Super Night Party to 2004" pukul 02.00 WIB. Dialog maupun voice lain dalam film tersebut, bisa dinikmati dari Jl Pahlawan melalui sound system milik Frans Production berkekuatan 80.000 watt yang disalurkan dengan jaringan kabel sepanjang 1,5 kilo meter dari kawasan bekas Hotel Siranda. Selama acara musik dan pemutaran film, Jalan Pahlawan ditutup sementara untuk arus kendaraan, dan lampu di sepanjang jalan itu dimatikan sampai acara berakhir. Berkenaan dengan itu, pihak pelaksana New Exi Production dan PT Djarum meminta maaf kepada warga masyarakat, yang barangkali telah terganggu oleh persiapan acara itu. | |||||