logo SUARA MERDEKA
Line
  Rabu, 31 Desember 2003 Berita Utama  
Line

Korban Keracunan Tempe Jadi 31 Orang

BANYUMAS-Warga Desa Bogangin Kecamatan Sumpiuh Kabupaten Banyumas yang mengalami keracunan tempe mondol terus bertambah. Sampai kemarin jumlah korban yang dirawat di Pukesmas Tambak II (tetangga kecamatan) dan bidan desa mencapai 31 orang (11 keluarga).

Sebelumnya diberitakan harian ini (SM 30/12), Senin siang (29/12) sebanyak 27 orang (8 KK) warga yang tinggal di daerah pegunungan ini mengalami keracunan tempe tidak jadi/tidak berjamur) buatan Ny Poniem (30), seorang penjual tempe dari desa yang sama. Delapan belas korban dirawat di Puskesmas Tambak II dan sembilan lainnya mendapat pengobatan dari bidan setempat, Ny Reni Maulina.

Empat korban baru itu adalah Suparto (41) dari Gerumbul Srengseng RT 5/RW 6, Atmini (45) dan AH. Riyan (3) Gerumbul Pegodogan RT 3/RW 5 dan Santrem (31) Gerumbul Krojot RT 3/RW 5. Mereka dilarikan ke Puskesmas setelah semalam juga mengalami pusing di kepala, mual serta muntah.

Sebelumnya 27 orang yang kali pertama terkena, terdiri atas 17 orang dari Gerumbul Krojot, delapan orang Gerumbul Srengseng dan dua lagi dari Gerumbul Pegodogan. Namun setelah mendapatkan perawatan intensif dari pihak medis, korban yang tersisa di Pukesmas kemarin sudah diperbolehkan pulang semua. Kendati boleh pulang, mereka masih tampak lemah dan belum melakukan aktivitas kembali.

Untuk meringankan beban penderitaan korban, Ketua Satlak PBP Kabupaten Banyumas Suyatno SSos MHum mewakili Bupati Aris Setino didampingi Kabag Sosial Budi Pramono kemarin menengok para korban.

Suyatno juga menyerahkan bantuan berupa sembako, 10 kg beras, 10 bungkus mi instan dan kecap/orang serta uang tunai Rp 1 juta. Uang itu sebagai pengganti biaya evakuasi korban. ''Semua biaya pengobatan korban digratiskan. Dalam waktu dekat pihak Disperindagkop akan mengumpulkan semua perajin ruamah tangga tempe di kecamatan ini. Mereka akan diberi penyuluhan bagaimana cara membuat tempe yang layak komsumsi. Agar kejadian seperti ini tidak terulang terus,'' ujar Suyatno.

Unsur Racun

Secara terpisah Kepala Dinas Kesehatan dan Kesejahteraan Sosial (DKKS) dr Choirul Mufiedz mengatakan, dari hasil penelitian sementara pihak DKKS, keracunan diduga karena tempe yang belum jadi itu tidak berjamur, syarat tempe jadi. Tempe mondol yang masih terlihat kedelainya sangat berpotensi mengandung unsur racun.

Sedangkan Ny Poniem dan Sartiman (35), pasangan suami istri pembuat tempe, juga korban sempat ditahan di Polsek Sumpiuh untuk dimintai keterangan. Setelah memberikan keterangan mereka diperbolehkan pulang. Mereka juga diwajibkan lapor bila ada perkembangna baru.(G22-64)


Berita Utama | Semarang | Sala | Jawa Tengah | Olahraga | Internasional
Budaya | Wacana | Ekonomi | Fokus | Cybernews | Berita Kemarin
Copyright© 1996 SUARA MERDEKA