
| Rabu, 31 Desember 2003 | Semarang & Sekitarnya |
Amankan Tahun Baru, Kerahkan 1.225 PolisiSEMARANG- Aparat kepolisian telah siap mengamankan situasi menjelang dan selama perayaan Tahun Baru 2004. Guna pengamanan tersebut, Poltabes akan mengerahkan 2/3 kekuatan atau sekitar 1.225 personel yang disebar di berbagai titik. Jumlah tersebut belum termasuk bantuan personel dari Polda Jateng, TNI, Satpol PP, Dinas Perhubungan, serta instansi terkait lainnya. Konsentrasi pengamanan dititikberatkan di sejumlah lokasi strategis, tempat keramaian, serta fasilitas umum. ''Pengamanan kawasan Simpanglima menjadi perhatian utama, karena di tempat itu akan terjadi konsentrasi massa dalam jumlah besar. Selain tempat-tempat keramaian, gereja-gereja juga tetap dijaga hingga tahun baru,'' jelas Kapoltabes Kombes Noer Ali, Selasa (30/12). Dia memerintahkan anggotanya untuk meningkatkan kewaspadaan dan tetap melakukan patroli rutin. Kegiatan tersebut, yang merupakan rangkaian Operasi Lilin Candi 2003, akan terus diintensifkan hingga 5 Januari 2004. Kapoltabes juga meminta masyarakat tetap mematuhi aturan agar suasana menyambut tahun baru berjalan aman tanpa gangguan.
Polisi tak akan memberlakukan larangan tertentu, namun pasti bertindak tegas jika menemui pelanggaran hukum. Soal petasan, misalnya, tanpa melarang pun polisi akan menangkap para penyulutnya. Sebab, menyalakan bahan peledak di tempat umum melanggar UU Darurat Nomor 12 Tahun 1951. Demikian pula mengenai konvoi motor (ular-ularan), akan ditertibkan agar tidak mengganggu kelancaran lalu lintas. Berkaitan dengan hal itu, Kabag Ops Komisaris Wagisan menambahkan, ruas-ruas jalan akan diatur sedemikian rupa agar massa tidak terkumpul di satu tempat dan arus lalu lintas dapat dipecah. Untuk menciptakan suasana aman menjelang pergantian tahun, jajaran Poltabes dan polsek-polsek juga telah melakukan serangkaian operasi penertiban. Sepanjang Senin (29/12) malam, misalnya, aparat Polsek Semarang Tengah menggelar razia preman dan minuman keras di sejumlah tempat. Dalam razia yang dipimpin Kapolsek AKP Agus Wijayanto itu, polisi mengamankan 44 preman yang berkeliaran di sekitar Simpanglima, Pasar Johar, Tugu Muda, Jl Pandanaran, Jl Pemuda, Jl Gajahmada, dan kawasan Kampung Kali. Polisi juga menyita ratusan botol minuman keras dari sejumlah warung dan kafe remang-remang di Jl Ki Mangunsarkoro, Jl Ahmad Dahlan, Taman KB, dan Jl Kusumawardani. Mengenai arus lalu lintas, Kasatlantas Kompol RT Sabar Supriyono Ajinegoro SIK meminta para pemakai jalan tidak memasuki sejumlah jalan rawan macet. Misalnya di Jl Ahmad Yani, Jl Gajahmada, Jl Pandanaran, dan Jl Pahlawan. Hal itu untuk mengindari kemacetan arus lalu lintas. ''Tempat itu akan menjadi pusat kegiatan masyarakat. Sebaiknya tidak masuk ke jalan rawat macet pada malam tahun baru di seputar Simpanglima, setidaknya mulai pukul 18.00. Itu dimaksudkan untuk menghindari kemacetan yang parah,'' katanya. Sejumlah polisi lalu lintas juga akan ditempatkan di pos-pos tertentu. Misalnya pos ujung Jl Thamrin, Jl Mayjen Sutoyo, Jl Ahmad Yani, dan Jl Pahlawan. Selain itu, pihaknya juga akan menempatkan sejumlah anggotanya di kawasan Gombel, karena malam itu akan digelar pesta kembang api. (G3,G5-83k) |