logo SUARA MERDEKA
Line
  Rabu, 31 Desember 2003 Semarang & Sekitarnya  
Line

Aktualisasi dalam Hitungan Menit

SEMARANG- Para sarjana komunikasi dalam era globalisasi seperti sekarang ini dituntut untuk lebih profesional. Karena itu, ''kelahiran'' sarjana komunikasi seperti saat ini sangat dibutuhkan.

''Peran sarjana komunikasi akan semakin kompleks pada massa mendatang. Karena itu, Sekolah Tinggi Ilmu Komunikasi (STIK) dituntut untuk melahirkan sarjana komunikasi yang andal, sehingga bisa bersaing dengan lulusan sekolah lainnya,'' kata Asisten III Sekda Pemprov Jateng Drs Suprapto S ketika memberikan sambutan mewakili Gubernur H Mardiyanto dalam wisuda angkatan ke-24 STIK Semarang di Gedung Rimba Graha, kemarin.

Wisuda angkatan ke-24 itu diikuti oleh 76 wisudawan, baik mahasiswa murni maupun transfer. Hingga kini STIK telah meluluskan 934 sarjana dan kini sudah bekerja di berbagai bidang, baik pemerintahan maupun swasta.

Dalam acara itu ada lima wartawan yang ikut diwisuda, yakni Kepala LKBN Antara Tri Sedyono, Djoko Sadono (Suara Merdeka), Imam Nuryanto (Suara Merdeka), Syamsul Huda (Duta Masyarakat), dan Ahmad Su'udi (Meteor).

Lulusan terbaik, Tuty Maylanningrum IP 3,65, Nur Istiksaroh IP 3,5, dan Syamsul Huda IP 3,43.

Aktualisasi Informasi

Ketua STIK Drs Achmad Noor PH SU mengingatkan, perkembangan teknologi komunikasi pada era globalisasi membuat dunia seolah-olah semakin sempit. Aktualisasi informasi sudah tidak lagi diukur dengan hari atau jam, tetapi dengan hitungan menit.

''Sumber informasi sudah tidak lagi terbatas, di mana saja, kapan saja kita selalu berdampingan dengan sumber informasi,'' katanya.

Akibatnya, lanjut dia, informasi menjadi semakin melimpah. Kondisi ini memaksa setiap pribadi harus memilih informasi yang dibutuhkan dengan mempertimbangkan kecenderungan perubahan arah informasi serta opini masyarakat.

Dampaknya, menurut dia, timbul tiga kelompok masyarakat. Yakni masyarakat yang menilai informasi penting, masyarakat yang belum memahami arti penting informasi, dan kelompok yang tidak tahu arti penting informasi.

''Karena itu, tugas sarjana komunikasi adalah untuk mengubah pola pikir kelompok kedua dan ketiga,'' tandasnya. (D14-83k)


Berita Utama | Semarang | Sala | Jawa Tengah | Olahraga | Internasional
Budaya | Wacana | Ekonomi | Fokus | Cybernews | Berita Kemarin
Copyright© 1996 SUARA MERDEKA