
| Rabu, 31 Desember 2003 | Ekonomi |
Trading House Belum MaksimalPEKALONGAN - Keberadaan dan fungsi trading house belum dimanfaatkan secara maksimal oleh para pengusaha Kota Pekalongan sehingga harus dicari inti persoalan sekaligus jalan keluarnya. Demikian yang terungkap dalam sarasehan pengembangan trading house usaha kecil menengah dan kerajinan bersama Tim UI dan Dirjen Perdagangan Luar Negeri Depperindag di eks Kantor Karesidenan Pekalongan, kemarin. Kegiatan itu dihadiri Tim UI yang dipimpin Prof Dr Martani, staf Ditjen Perdagangan Luar Negeri Drs Tiarko Nurlambang MA, Asisten Administrasi Pembangunan Ir Chaerudin Mustahal, dan pengurus trading house Basyir Achmad, Chudzil Chos, dan Ghufron Faza. Chudzil Chos mengatakan, pemanfaatan yang belum maksimal itu antara lain disebabkan oleh ketiadaan berbagai fasilitas dan peralatan pendukung. Misalnya, komputer yang dapat digunakan untuk membuka internet. Sebenarnya, lanjut dia, yang sangat berharap pada keberadaan trading house adalah pengusaha kecil. Namun, masalah jaminan pembayaran menjadi kendala. Prof Martani menjelaskan, kemajuan trading house harus didukung oleh manajemen yang baik, pengurus, dan pengusaha. (A15-53n) |