
| Rabu, 31 Desember 2003 | Ekonomi |
Beras Tumbuk Makin Dicari KonsumenSEMARANG - Beras tumbuk atau beras yang diproses menggunakan alat tradisional berupa alu dan lesung, kini makin diminati dan dicari konsumen di Kota Semarang. Beras itu memiliki serat alami yang tinggi sehingga sangat membantu pencernaan. ''Proses produksinya menggunakan peralatan tradisional sehingga kandungan serealia dalam beras tumbuk lebih baik dari beras olahan mesin,'' kata Yanti Yuwono, Direktur CV Sekawan Idea, penyalur beras tumbuk di Kota Semarang, kemarin. Dia menjelaskan, beras tersebut sehari rata-rata hanya diproduksi satu kuintal karena keterbatasan tenaga kerja. Untuk mendapatkan beras tumbuk bermutu baik, gabah harus ditumbuk hati-hati. ''Mulai proses menumbuk kemudian membersihkan harus dilakukan ekstrahati-hati. Kalau tidak, mutunya menjadi kurang baik,'' tuturnya. Lebih Putih Saat ini, lanjut dia, banyak orang yang lebih menyukai beras olahan mesin karena warnanya lebih putih sehingga lebih menarik dibandingkan dengan beras tumbuk yang berwarna agak kekuning-kuningan. Namun mesin bisa mengakibatkan serat alami hilang ikut terbuang dalam bentuk bekatul dan bukan tidak mungkin beras terkontaminasi mesin penggiling. ''Saya terus berupaya mengenalkan beras tumbuk. Bagi masyarakat perkotaan, ini tergolong baru,'' ujarnya. Ciri-ciri beras tumbuk selain warnanya agak kekuning-kuningan, tidak mengilap, berkesan kotor, dan nasi yang dihasilkan tidak pulen karena masih dilapisi oleh serealia yang mengandung serat. (D14-53n) |