
| Rabu, 31 Desember 2003 | Ekonomi |
Pertumbuhan Ekonomi karena Kenaikan KonsumsiSOLO - Pertumbuhan ekonomi Indonesia tahun depan diperkirakan tetap berkisar pada 4% - 5%. Demikian dikemukakan oleh Prof Dr Bambang Setiaji SE MS, Guru besar Fakultas Ekonomi Universitas Muhammadiyah Surakarta (UMS), kemarin. ''Jadi tidak jauh berbeda dari pertumbuhan ekonomi tahun ini. Ada kenaikan, tetapi tidak begitu tinggi,'' jelasnya. Peningkatan pertumbuhan ekonomi itu, lanjut dia, bukan karena ada investasi untuk industri baru, tetapi karena kenaikan konsumsi dalam negeri akibat pertambahan jumlah penduduk. Pelaku bisnis, kata dia, masih menunggu hasil pemilu untuk melakukan investasi baru. Namun untuk melayani pasar, mereka tetap melakukan ekspansi. ''Investasi industri baru berisiko lebih besar dibandingkan dengan hanya ekspansi untuk melayani pasar yang sudah ada,'' tambahnya. Pada tahun mendatang, tutur dia, siapa pun pemimpin negara ini akan dihadapkan pada persoalan cukup berat terkait dengan APBN. Beban utang dan bunga yang harus dibayar lebih besar dari anggaran pembangunan. ''Untuk mengatasi masalah itu, ada beberapa alternatif yang dapat dilakukan. Misalnya mendorong pertumbuhan industri baru, baik besar maupun kecil. Hanya dengan cara itu akan ada penambahan pajak yang dapat digunakan untuk menutup utang tersebut,'' jelasnya. Alternatif lainnya, pemimpin negara yang baru kelak harus dapat memperbaiki hubungan dengan kreditor. Hubungan antara negara kreditor atau pemberi utang dan debitor atau penerima utang adalah hubungan yang tidak tulus. ''Hal tersebut harus diperbaiki sehingga utang tidak membebani kita,'' tegasnya. Andai tidak ada beban utang yang harus dibayarkan kepada negara lain, lanjut dia, pertumbuhan ekonomi dapat ditingkatkan menjadi sekitar 7%. (F11-53n) |