logo SUARA MERDEKA
Line
  Rabu, 31 Desember 2003 Ekonomi  
Line

Jateng Kembangkan Pasar Domestik

SEMARANG - Kebijakan perekonomian Jateng 2004 akan dititikberatkan pada pengembangan industri berbasis sumber daya lokal dan pengembangan pasar domestik. Selain itu, juga menciptakan iklim kondusif bagi pengembangan dunia usaha dan investasi.

Demikian diungkapkan oleh Ketua Badan Perencanaan Pembangunan Daerah (Bappeda) Jateng Prof Dr Miyasto di sela-sela Forum Diskusi Intelektual di Ruang Rektorat Undip Jl Pleburan Semarang, kemarin.

''Salah satu upaya yang akan kami lakukan adalah mengembangkan kerja sama antardaerah untuk meningkatkan daya saing dan menemukan potensi komoditas yang memiliki prospek serta daya saing tinggi di pasar,'' jelas dia.

Ia menambahkan, penguatan ekonomi domestik diupayakan dengan cara memperkuat struktur industri lewat pendekatan klaster dan pendayagunaan teknologi terkait dengan revitalisasi industri.

''Tak kalah penting adalah memperkuat agrobisnis dan agroindustri di pedesaan dengan memperluas akses pasar dan permodalannya,'' tuturnya.

Fokus kemandirian ekonomi, lanjut dia, diharapkan bisa bertumpu pada potensi-potensi unggulan di wilayah sendiri misalnya sektor pertanian, usaha kecil menengah (UKM), dan pariwisata.

Pengembangan potensi-potensi itu diharapkan bisa memberdayakan ekonomi masyarakat dan menyerap tenaga kerja.

Ia menyebutkan, nilai ekspor Jateng pada triwulan III 2003 naik 7,79% dibandingkan dengan triwulan sebelumnya Rp 4.229 miliar. Impor juga mengalami pertumbuhan 2,45% menjadi Rp 3.694 miliar. Dengan demikian, ekspor neto naik 68,33% menjadi Rp 535 miliar.

Berdasarkan dokumen pemberitahuan ekspor barang (PEB), tutur dia, realisasi ekspor komoditas utama nonmigas tercatat 348,3 juta dolar AS atau turun dibandingkan dengan triwulan II yang tercatat 451,4 juta dolar AS.

Nilai impor komoditas utama pada periode yang sama mencapai 126,1 juta dolar AS atau turun dibandingkan dengan triwulan sebelumnya 222 juta dolar AS.

''Berarti nilai ekspor neto komoditas utama nonmigas triwulan III 2003 sebesar 222,2 juta dolar AS, lebih rendah dari triwulan II 229,4 juta dolar AS,'' ujarnya.

Ia mengatakan, pendapatan per kapita Jateng pada 2003 naik menjadi Rp 4.790.563 atau meningkat 98,17% dari lima tahun terakhir. Namun, pendapatan per kapita itu tidak terlepas dari laju inflasi.

Jika inflasi naik di atas pendapatan per kapita maka akan berdampak pada penurunan daya beli masyarakat. Sebaliknya, apabila inflasi naik di bawah pendapatan per kapita maka daya beli masyarakat meningkat. (G2-53n)


Berita Utama | Semarang | Sala | Jawa Tengah | Olahraga | Internasional
Budaya | Wacana | Ekonomi | Fokus | Cybernews | Berita Kemarin
Copyright© 1996 SUARA MERDEKA