logo SUARA MERDEKA
Line
  Senin, 29 Desember 2003 Berita Utama  
Line

Pemilu 2004

Golkar Susupkan Dua Mobil Berhias

  • Kirab Partai dan Calon DPD

SEMARANG-Partai Golongan Karya (Golkar) dinilai oleh Komisi Pemilihan Umum (KPU) Jateng melanggar aturan main kirab partai politik dan calon anggota Dewan Perwakilan Daerah (DPD) Jateng, Minggu (28/12).

Pelanggaran yang dilakukan partai bernomor urut 20 dalam pemilu 2004 itu adalah menambah mobil peserta kirab dengan cara menyusupkannya.

Dua mobil hias penuh warna kuning berlambang partai itu dan bertulis angka 20 ''disusupkan'' oleh beberapa kader ketika barisan kirab memasuki kawasan Simpanglima.

Dua mobil itu langsung mengikuti sebuah mobil pembawa atribut Partai Golkar yang disediakan KPU.

Akibatnya, empat partai politik lain yang berjalan di belakang mobil Partai Golkar merasa dilecehkan. ''Ini melanggar aturan main. Dua mobil yang membawa atribut Partai Golkar itu menyusup di Simpanglima,'' kata Dr Ari Pradhanawati MS, anggota KPU, yang langsung menghentikan dua mobil itu di bundaran air mancur Jalan Pahlawan.

Dia menyebutkan, kirab itu gawe KPU untuk menyosialiasikan partai peserta pemilu dan calon anggota DPD. Mobil yang dia sediakan pun sama rata, tiap-tiap partai satu mobil.

Kirab yang diikuti 24 parpol dan 55 calon anggota DPD menempuh rute dari kantor KPU Jl Veteran-Jl Dr Soetomo-Tugumuda-Jl Pemuda-Jl Gadjah Mada-Simpanglima-Jl Pahlawan-Jl Veteran (kantor KPU).

Sementara itu, empat partai yang berjalan di belakang Partai Golkar menyatakan kekecewaannya. Partai Pelopor, misalnya, yang saat kirab menempati nomor urut 24, menyatakan hal itu merupakan bentuk pelanggaran kesepakatan.

''Kalau boleh membawa mobil sendiri yang dihias, kami pun siap. Namun, kami mematuhi aturan main,'' kata Tri Anggito, Wakil Ketua Pengurus Daerah Jateng.

Yang dilakukan Partai Golkar, kata dia, bertolak belakang dengan pesan dan harapan Gubernur H Mardiyanto sesaat sebelum melepas peserta kirab.

Gubernur waktu itu mengatakan,'' Menjelang pemilu 2004, seluruh komponen masyarakat, termasuk partai politik, agar menghindari ucapan, tindakan yang melukai hati, menyinggung perasaan, dan dapat memunculkan amarah pihak lain.''

Minta Maaf

Terkait dengan insiden itu, Wakil Ketua DPD Partai Golkar Jateng Suyatno Pedro HD mengatakan, peristiwa itu terjadi karena miskomunikasi dan ketidaktahuan kader mengenai kendaraan yang dipakai kirab.

''Kami mohon maaf kepada 23 partai lain, KPU, dan Panwas. Kami menyesal sekali atas kejadian itu.''

Partainya tidak mengetahui bahwa kendaraan kirab disediakan oleh KPU. Karena itu, pada malam sebelumnya, beberapa kader menyiapkan mobil hias.

''Undangan kirab dari KPU pun hanya meminta kami mengirim tiga pengurus partai dan tiga kader pengibar bendera partai. Soal mobil kirab akan disediakan KPU tidak ditegaskan dalam undangan itu.'' (G17-13e)


Berita Utama | Semarang | Sala | Jawa Tengah | Olahraga | Internasional
Budaya | Wacana | Ragam | Ekonomi | Fokus | Cybernews | Berita Kemarin
Copyright© 1996 SUARA MERDEKA