logo SUARA MERDEKA
Line
  Selasa, 23 Desember 2003 Berita Utama  
Line

Gus Maksum Meninggal

SURABAYA-Kiai karismatis di kalangan Nahdlatul Ulama (NU) KH Maksum Jauhari yang sering dipanggil Gus Maksum, meninggal dunia. Jenazahnya dimakamkan kemarin (Senin, 22/12) selepas shalat zuhur.

Gus Maksum salah satu Pengasuh Pondok Pesantren Lirboyo Kediri meninggal dunia pada Minggu (21/12), pukul 23.43 WIB. Kiai karismatis yang membiarkan rambutnya gondrong itu meninggal di rumah salah satu istrinya di Desa Kanigoro, Kecamatan Kras, Kabupaten Kediri.

Selama ini Gus Maksum dikenal luas di kalangan NU dan Partai Kebangkitan Bangsa (PKB). Dia merupakan cucu pendiri Pondok Pesantren Lirboyo, KH Abdul Karim. Selama hidupnya, berbagai tokoh politik mengunjungi kiai yang dikenal ''sakti'' itu. Almarhum meninggalkan dua istri dan seorang putra.

Gus Maksum meninggal dunia karena sakit. Bertahun-tahun Gus Maksum menderita berbagai penyakit akut, mulai dari kencing manis hingga asam urat. Namun, meski sakit parah, dia yang juga Ketua Umum Pencak Silat Pagar Nusa tetap menolak dibawa ke RS.

Hingga Senin, pukul 11.30 WIB, jenazah Gus Maksum masih disemayamkan di kompleks Pesantren Lirboyo. Jenazahnya dibawa dari Desa Kanigoro ke kompleks Pesantren Lirboyo, Kecamatan Mojoreto, Kediri sekitar pukul 02.00 WIB. Hingga kemarin, para pelayat terus berdatangan ke kompleks pesantren tersebut.

H Kuncoro, orang dekat Gus Maksum, sangat salut kepada perjuangan Gus Maksum. "Beliau adalah contoh orang yang tidak pantang menyerah. Meski sakit, Beliau tidak mau dibawa ke RS," kata dia.

Selama ini, Gus Maksum dikenal sebagai tokoh yang ikut menumpas gerakan G-30-S PKI di Kediri. Selain menjadi kiai yang disegani, dia juga pernah menjadi anggota Dewan Syura DPP PKB. Pada saat perseteruan antara PKB Gus Dur dan Matori Abdul Djalil, Gus Maksum tidak memihak salah satu pihak. Bahkan, pada saat Matori menggelar Munas di Jakarta, Gus Maksum hadir dalam acara itu.(dtc-69e)


Berita Utama | Semarang | Sala | Jawa Tengah | Olahraga | Internasional
Budaya | Wacana | Ekonomi | Fokus | Cybernews | Berita Kemarin
Copyright© 1996 SUARA MERDEKA