logo SUARA MERDEKA
Line
  Senin, 22 Desember 2003 Surat Pembaca  
Line

Terima Kasih, Juga Permintaan Maaf

Saya siswi yang pernah menulis di rubrik Surat Pembaca mengenai permintaan bantuan resep masakan dan pola kerajinan tangan. Saya berterima kasih kepada Bapak/Ibu yang membantu saya dengan memberikan resep-resep masakan. Bahwa sampai difotokopikan dan dikirim ke rumah dan menelepon.

Namun saya juga meminta maaf karena ada salah seorang penelepon yang ingin barter, yakni bertukar barang. Dia memberi saya resep masakan dan meminta bantuan saya untuk mencarikan hal-hal yang bersangkutan dengan bermacam tempat wisata. Sampai saat ini saya belum dapat mendapatkan. Oleh karena itu saya mohon maaf. Sampai saat ini banyak yang memberi resep masakan dan kerajinan tangan.

Maike Chandra
Jl Plampitan 33, Semarang

***

Rama Sakti Travel Tak Tanggung Jawab

Kepada para pelanggan jasa travel, saya ingin berbagi pengalaman untuk bahan pertimbangan dalam memilih jasa travel yang tepat. Sebagai pelanggan Rama Sakti jurusan Semarang-Pekalongan dan sebaliknya, saya merasakan kekecewaan demi kekecewaan dalam pelayanannya.

Puncak kekecewaan saya terjadi 8 Desember 2003 saat saya pesan langsung untuk pemberangkatan sore pukul 18.00 tujuan Semarang yang dilayani dengan ogah-ogahan oleh petugas agen Pekalongan. Saya katakan ogah-ogahan karena dalam melayani, dia sambil ngobrol sehingga tanya alamat ke saya lebih dari 3 kali.

Kira-kira pukul 11.30 agen menghubungi dan menyatakan pemberangkatan diajukan pukul 17.00. Okelah nggak masalah. Tetapi apa lacur? Sampai 18.30 belum juga dijemput. Waktu saya menghubungi, petugas kelihatan kaget dan menanyakan sekarang ibu ada di mana. Saya jawab masih di rumah belum dijemput. Dia bilang mobil sudah berangkat dari tadi dan telepon langsung ditutup. Kembali saya hubungi, dia katakan masih dicek. Setelah lama menunggu tidak ada berita saya hubungi lagi kali kedua tidak diangkat dan kali ketiga dijawab dengan ringan tanpa beban bahwa mobil rusak.

Seandainya benar mobil rusak kenapa pelanggan dibiarkan menunggu sampai lebih 2 jam tanpa pemberitahuan. Padahal sebelumnya dikatakan mobil sudah berangkat. Penasaran dengan menahan emosi, saya datang ke agen untuk minta penjelasan.

Tetapi bukan penjelasan apalagi kata maaf, namun dengan gaya cueknya si petugas tetap ngobrol tanpa memandang tamu, dia keluarkan uang Rp 20 ribu sebagai pengganti harga tiket. Apakah ini pantas dilakukan oleh perusahaan jasa. Saya benar-benar merasa dilecehkan dan dihina.

Pada menit-menit terakhir pemberangkatan, dari Nusantara Indah Travel masih tersisa 1 kursi, sehingga saya tidak telantar. Tanpa bermaksud melebih-lebihkan, dari keramahan dan kesopanan petugas Nusantara Indah bisa meredam emosi saya. Sopir pun dengan sabar dan sopan mengantar penumpang sampai tujuan.

Sedikit senyum merupakan sodakoh bagimu. Nusantara Indah jaga reputasimu, dan untuk Rama Sakti jangan sampai ulah satu oknum merusak citramu, belajarlah etika melayani pelanggan. Ingat perusahaan Anda bergerak di bidang jasa. Masih banyak tenaga profesional dan beretika yang perlu pekerjaan.

Hj Murtanti R
Jl Cinde Barat V/1 Semarang

***

Terima Kasih PT Asabri

Terima kasih saya ucapkan kepada PT Asabri Persero Cabang Semarang atas direalisasinya permohonan bantuan dana lunak untuk tahun anggaran 2003. Juga termasuk Bapak/Ibu Tim PKBL (Program Kemitraan Bina Lingkungan) Asabri Jakarta yang jauh-jauh datang guna melayani kepentingan calon nasabahnya.

Mereka melakukan survai kelayakan usaha, memberi bekal dan pelatihan akuntansi dan manajemen perusahaan kecil calon mitra binaan serta proses pencairan dana. Semua itu dilakukan dengan semangat, bijaksana, rendah hati, tanpa rekayasa dan tanpa pungutan apapun.

Bahkan saya masih diberi uang transpor, snack dan makan siang serta atat-alat tutis, fotokopi materi.

Saya pribadi tertegun, heran dan tidak habis berpikir sebab di zaman yang sarat dengan kekejaman ini masih ada pribadi (lembaga TNI-AD) yang berbuat mulia.

Saya wiraniaga kelas gurem yang sejak tahun 1992 telah berusaha memperoleh dana lunak dari BUMN. Tetapi saya telah capai dan putus asa, sebab hasilnya nihil. Baru pada tahun 2003 usaya saya memperoleh dana lunak melalui PT Asabri Cabang Semarang yang lugas, independen dan tanpa rekayasa.

Terima kasih dan berjayatah kau, yang sungguh-sungguh memihak pada rakyat lemah. Semoga keteladananmu menggugah hati pribadi dan lembaga lain yang masih jauh dengan hal hal yang kurang terpuji. Tertebih pada zaman sekarang.

Lusiana Santi lkhtiarini
Sendangmulyo Blok Q1/16 Semarang

***

Pemilu 2004 Akan Kacau atau Aman

Membaca Tajuk Rencana Suara Merdeka 29 November 2003 dan berita sebelumnya yang menyatakan, setelah Idul Fitri akan terjadi tawur/bentrok yang memakan korban harta dan jiwa. Bahkan para ahli politik meramalkan daerah-daerah rawan konflik dan dapat dibaca di peta konflik untuk menghadapi Pemilu 2004.

Kejadian yang memalukan terjadi di Klaten, Sragen, Tegal, dan Banyumas. Mereka tawur hari kedua setelah Lebaran. Dan yang memilukan, rombongan dari Klaten yang akan takbiran ke Solo bentrok di tengah jalan. Dapat diprediksi ini merupakan awal pemanasan kekacauan yang dapat disulut pada pemilu mendatang.

Untuk menganalisa sebab pokok yang menyebabkan konflik, tidak hanya satu sebab tetapi beberapa sebab yang akumulatif dalam jiwa seseorang atau golongan.Benci, dendam dan ingin menang. Keadaan jiwa itu disulut oleh pemudik yang rata-rata lebih kuat dan banyak uang sehingga mendorong remaja desa bereaksi kepada lawannya, seperti yang terjadi di Tegal.

Untuk menghadapi Pemilu 2004 agar aman, damai dan sejahtera, Allah telah menasihati kepada hamba-Nya sbb: Agar bersatu dengan agama, pasti tidak pecah belah dan menjadi saudara yang nikmat. (Ali Imron 3:103). Dilarang membuat golongan (firqoh) seperti Ahlul Kitab yang menjadi sekte-sekte, ancamannya berat. (Ali Imron 3:105).

Golongan atau partai yang saling bertentangan merupakan siksa Allah. (Al-An'am 6:65). Hamba-Nya dilarang membuat jalan selain Islam, dan memecah belah agama sehingga menjadi beberapa partai itu bukan urusan orang beriman. (Al An'am 6: 153 dan 159). Hawa nafsu memecah belah manusia. (Al Mukminun 23: 51-53).

Kesimpulan, setiap warga yang mengaku beriman dan rajin beribadah seyogianya tidak aktif dalam partai, tetapi cukup ikut pemilihan umum. Pegawai negeri dilarang aktif partai, karena dapat mengacau. Tempat ibadah, sekolah dan kampus tidak layak untuk kampanye, karena merusak persatuan.

Peristiwa G-30-S 1965 banyak orang beriman dan rajin beribadah dibunuh tanpa pengadilan, dengan alasan bergaul dekat dengan orang PKI. Bagi orang yang tidak mau beribadah, sesuai dengan jiwanya dan berkeyakinan, bebas aktif dalam partai dan berkampanye giat sesuai dengan hatinya. Selamat menyongsong Pemilu 2004.

Drs Djunaidi
Banowati Selatan V/147 Semarang 50179


Berita Utama | Semarang | Sala | Jawa Tengah | Olahraga | Internasional
Budaya | Wacana | Ragam | Ekonomi | Fokus | Cybernews | Berita Kemarin
Copyright© 1996 SUARA MERDEKA