logo SUARA MERDEKA
Line
  Senin, 22 Desember 2003 Ragam  
Line

Interaktif Tasawuf

Doa pada Hari Besar Nasional

T: Pada hari besar nasional seperti HUT Kemerdekaan RI selalu dibacakan doa baik pada malam tirakatan maupun pada puncak upacara bendera pada tanggal 17 Agustus. Saya ingin menanyakan, apakah inti dari doa pada hari besar nasional tersebut dan mohon dapat diberi contohnya.

Sujarwo Lelono
Colomadu

J: Sebelum menjawab pertanyaan Anda terlebih dahulu saya ingin menjelaskan bahwa doa pada hakikatnya adalah bagian dari dzikir yang sebaiknya dibaca setiap saat oleh orang-orang yang beriman. Allah berfirman yang artinya: ''Yaitu orang-orang yang mengingat Allah sambil berdiri atau duduk atau dalam keadaan berbaring dan mereka memikirkan tentang penciptaan langit dan bumi seraya berkata: ''Ya Tuhan kami, tiadalah Engkau menciptakan ini dengan sia-sia, Mahasuci Engkau, maka peliharalah kami dari siksa neraka.'' (QS Ali Imran/3:19).

Di tempat lain, Allah menyeru kepada kaum muslimin agar mereka berdoa kepada-Nya dan Dia berkenan mengabulkannya (QS al-Mu'min 40:60). Sedang peran doa bagi seorang Muslim adalah sebagai senjata seperti disebutkan dalam Hadits Nabi SAW: ''Doa adalah senjata bagi orang-orang yang beriman'' dan ''Doa adalah inti ibadah.''

Oleh karena itu tidak ada salahnya bila dalam acara-acara tertentu yang dianggap penting seorang Muslim secara khusus berdoa kepada Allah, baik secara perorangan maupun kolektif, seperti pada acara ''tirakatan'' malam tujuh belas Agustus dan lain sebagainya.

Perlu saya sampaikan di sini bahwa doa yang dipanjatkan oleh orang-orang Islam pada acara-acara nasional pada umumnya doa ghairu ma'tsurah yakni tidak dikutip dari Nabi SAW, karena lebih disesuaikan dengan keadaan. Kecuali pada akhir doa yang biasanya diakhiri dengan doa ''rabbana atina fiddunya hasanah wafil akhirati hasanah waqina azabannar.''

Doa yang dibaca pada malam ''tirakatan'' atau pada acara apel bendera tujuh belas Agustus, hendaknya disesuaikan dengan situasi dan kondisi. Apabila keadaan negara dan bangsa kita saat ini sedang dalam keadaan carut marut dan tidak kunjung padam diterpa krisis multi dimensional, maka doa yang kita panjatkan harus ada unsur permohonan dibebaskan dari kemelut yang berkepanjangan tersebut. Juga mohon bimbingan kepada Allah agar Allah berkenan membimbing pemimpin-pemimpin dan bangsa kita ke jalan yang lurus dan berisi harapan semoga pemimpin bangsa kami dapat mengelola negara ini menjadi negara yang disebut di dalam Alquran sebagai ''baldatun thayyibatun wa rabbun ghafur''. Artinya: ''negara yang gemah ripah lohjinawi yang penuh dengan anugerah dan ampunan Tuhan.''

Adapun contoh doa dalam acara tersebut sebagai berikut:

Allahumma barik lana fibaladina hadza mubarakan tamman warzuq ahlahu rizqan wasi'an halalan thayyiba, wazayyinhum bizinatil akhlaqil karimah. Allahuma ba'idna waiyyahum min kaidil a'da'l wazhzhali min, wasalimna waiyyahum min suil akhlaqi wattiba'il hawa. Allahumma inna na'udzubika minal halaki wal qahthi wal bala-I wasysyadaidi wal mihan.

Allahummah dina waiyyahum ila shirathil mustaqim. Allahumma ashlih lana aimmatana wa ummatana 'ala iqamatid daulah allati tajri fiha ahkamuka wasunnatu rasulik. Allahummaj 'al aimmatanan aimmatan yahtammuna umura ra'iyatihim, wayaj'aluna baldahum baldatan thayyibatan warabban ghafur.''

Artinya: ''Ya Allah berkatilah negeri kami ini dengan keberkatan yang sempurna dan berilah rizki penduduk negeri ini dengan rizki yang luas halal dan baik serta hiasilah mereka dengan akhlak yang terpuji/mulia. Jauhkan kami dan mereka dari kejahatan musuh-musuh orang-orang yang berbuat zhalim.

Selamatkan kami dan mereka dari budipekerti yang jelek dan mengikuti hawa nafsu. Ya Allah kami berlindung diri kepada-Mu dari kehancuran negeri ini dari krisis multidimensional dari marabahaya dan bencana serta dari segala cobaan dan ujian.

Ya Allah tunjukkanlah kami dan mereka ke jalan yang lurus. Ya Allah Ya Tuhan kami, perbaikilah keadaan pemimpin dan bangsa kami dalam rangka menyelenggarakan pemerintah yang berlaku di dalamnya hukum-hukum-Mu dan sunnah Rasul-Mu. Ya Allah jadikanlah pemimpin bangsa kami sebagai pemimpin yang peduli terhadap urusan rakyatnya dan pemimpin yang menjadikan negeri ini menjadi negeri yang gemah ripah loh jinawi yang penuh dengan ampunan Tuhan.''(35)

Bagi yang berminat dengan rubrik ini, kirimkan surat ke alamat Fakultas Ushuluddin IAIN Walisongo, d/a LPK2 (Lembaga Pengembangan Keagamaan dan Kemasyarakatan) Jl. Boja Km 1, Ngalian Semarang, Telepon (024) 7601294. Di atas sebelah kiri amplop ditulis "Interaktif Tasawuf"


Berita Utama | Semarang | Sala | Jawa Tengah | Olahraga | Internasional
Budaya | Wacana | Ragam | Ekonomi | Fokus | Cybernews | Berita Kemarin
Copyright© 1996 SUARA MERDEKA