
| Senin, 22 Desember 2003 | Berita Utama |
ADB Dinilai Korupsi Uang RISEMARANG-Bantuan dari Asian Development Bank (ADB) disorot. Komite Penyelidikan dan Pemberantasan Korupsi, Kolusi, dan Nepotisme (KP2KKN) menuding bank tersebut melakukan korupsi atas uang RI. ''ADB menyalurkan bantuan untuk dua paket proyek besar dengan berpikir uang itu lekas kembali. Bantuan tersebut juga tidak efektif untuk pembangunan,'' ungkap Ketua Divisi Investigasi dan Monitoring KP2KKN Boyamin, semalam. Sebelumnya, dia juga mengungkapkan hal itu dalam acara ''Strengthening South East Asia Civil Society's Advocacy on The Asian Development Bank'', di Hotel Santika Semarang, Sabtu (20/12). Boyamin mengemukakan, dua bantuan tersebut adalah South Java Flood Control Sector Project (SJFCSP) dan proyek penyelamatan Segara Anakan. Bantuan untuk proyek SJFCSP senilai 88 juta dolar AS untuk penanggulangan banjir di kawasan Jateng bagian selatan. Sedangkan proyek penyelamatan Segara Anakan 41 juta dolar AS. Menurut dia, Segara Anakan diakui perlu mendapat perhatian, karena luasnya terus menyusut. Pada 2000 areal tersebut seluas 1.200 hektare, tahun 2001 menjadi seluas 800, dan 2003 menjadi 600 hektare. Tak Efektif Namun melalui proyek tersebut, upaya menanggulangi banjir dan penyelamatan Segara Anakan hanya dilakukan di daerah hilir. Upaya itu dipandang tidak efektif. ''Upaya penyelamatan Segara Anakan lebih efektif jika dilakukan mulai dari hulu. Daerah hilir diselamatkan, tetapi daerah hulu dibiarkan saja terjadi perusakan, maka hasilnya tidak akan mutlak berhasil,'' tandasnya. Apalagi, tambahnya, sebagian masyarakat Jawa Barat menolak penyudetan Sungai Citanduy untuk menyelamatkan Segara Anakan. Sebab, mereka khawatir Pantai Pangandaran akan terjadi pendangkalan. Dengan kata lain, tegasnya, lembaga ini telah melakukan korupsi uang RI melalui dua proyek ini. Menurut dia, ADB berpikir uang bantuan itu bisa cepat kembali berikut bunganya. (G1,H1-64t) |