
| Senin, 22 Desember 2003 | Semarang & Sekitarnya |
Tanggul Sungai Beringin Jebol
SEMARANG-Hujan deras yang mengguyur Semarang sejak Sabtu sore (20/12) menyebabkan dua tanggul Sungai Beringin, Mangkang Wetan, Kecamatan Tugu jebol. Akibatnya, sawah seluas 50 ha kebanjiran, bahkan beberapa di antaranya dipenuhi lumpur. Kerugian diperkirakan mencapai Rp 12 juta. Dua tanggul yang dadal berada di sebelah timur Puskesmas Mangkang Wetan dan sebelah selatan lapangan Ngebruk, Mangkang Wetan. Selain itu, satu rumah di RT 6 RW 6 Mangkang Wetan kemasukan air hingga setinggi 50 cm. Beberapa halaman warga digenangi air bercampur lumpur. ''Tadi malam saya terpaksa tidur di rumah tetangga karena air sungai meluap hingga masuk ke rumah,'' kata Umayaroh (30) warga RT 6 RW 6 Mangkang Wetan. Dia berharap, Pemerintah Kota memperhatikan warga yang selalu kebanjiran jika musim hujan. Hal serupa terjadi di RT 1 RW 2 Mangkang Wetan.
Beberapa halaman rumah juga digenangi air dan lumpur. ''Di kampung kami, sekitar 60 rumah halamannya kemasukan air dan lumpur,'' kata Asmuri (40) warga setempat. Pagi harinya, beberapa warga bekerja bakti untuk memperbaiki kedua tanggul yang dadal. Ketua Kelompok Tani Margo Utomo, Rokhamin (42) mengatakan, akibat banjir beberapa benih padi yang disemai tergenang air. Berkaitan dengan banjir yang terus menghantui warga Mangkang Wetan dan Mangunharjo, Kecamatan Tugu, perlu dilakukan normalisasi di Sungai Beringin. Bila tidak, menurut DPU, banjir akan terus menimpa warga. Kepala DPU Kota Ir Djoko Marsudi MT MM mengatakan, pihaknya perlu membebaskan lahan untuk normalisasi seluas 121.064 m2. Yang akan terkena pembebasan adalah 128 warga, meliputi pemilik rumah dan pekarangan, sawah, dan tambak. Semula Pemkot menetapkan ganti rugi untuk tambak Rp 3.000/m2, sawah Rp 4.000/m2, dan pekarangan Rp 5.000/m2. Namun oleh Wali Kota tawaran tersebut dinaikkan 1,5 kali, sehingga masing-masing menjadi Rp 4.500/m2, Rp 6.000/ m2, dan Rp 7.500/m2. Anggaran yang disiapkan Rp 636.066.000. Wakil Ketua Komisi A Drs H Achmad Munif meminta suara masyarakat setempat didengar. Dia juga mempertanyakan apa yang sudah dilakukan Pemerintah Kota sepanjang 2003, sebab untuk pembebasan tanah belum juga selesai. Menurut anggota Komisi A H Djunaedi SH, jika Sungai Bringin dinormalisasi, lebarnya harus sesuai perhitungan dinas teknis, yakni antara 40-50 meter. ''Padahal menurut saya yang penting kedalaman sungainya.''(H3,G7-83s) |