logo SUARA MERDEKA
Line
  Senin, 22 Desember 2003 Ekonomi  
Line

Harga Cabai Naik 100 Persen Lebih

SEMARANG- Menjelang Natal dan Tahun Baru 2004, harga semua jenis cabai pada sejumlah pasar di Semarang melonjak tajam. Komoditas yang umumnya didatangkan dari luar Jateng tersebut naik 100% lebih dari harga semula.

Pantauan Suara Merdeka di beberapa pasar menunjukkan, beberapa jenis cabai yang biasanya terlihat di dasaran pada pedagang tidak ada, kemarin. Cabai yang disediakan oleh mereka tinggal jenis kecil atau cabai rawit.

Harga cabai merah besar (terong) dan merah keriting di tangan pedagang besar yang semula Rp 3.000/kg, kemarin Rp 7.500/kg. Di tangan pedagang kecil, meningkat lagi menjadi Rp 8.000-Rp 9.000/kg.

Kemudian harga cabai rawit yang sebelumnya berada pada kisaran Rp 1.000 hingga Rp 1.500/kg, kemarin Rp 3.000/kg. Sampai di tangan para pedagang kecil, harga tersebut bisa menyentuh Rp 5.000/kg.

Suyadi (35), salah seorang pedagang cabai di Pasar Johar mengatakan, sudah sejak tiga hari lalu harga terus naik tajam. Pasokan dari beberapa daerah yang sebelumnya dalam jumlah besar, juga makin berkurang.

Pasokan dari Jatim, misalnya Kediri dan Banyuwangi, sejak beberapa hari lalu berkurang. Biasanya, setiap hari dia mendapat pasokan cabai merah besar dan keriting beberapa kuintal.

''Beberapa hari ini saya hanya mendapat dua karung besar. Jumlah itu hanya dalam beberapa jam sudah habis terjual kepada pelanggan yang umumnya pedagang kecil,'' tuturnya.

Dia mengungkapkan, musim hujan yang terus-menerus terjadi di daerah sentra tanaman cabai mengakibatkan produksi berkurang. Di samping itu, harga yang anjlok saat Lebaran lalu membuat petani enggan menanam dalam jumlah banyak.

Lestari (60), pedagang cabai di Pasar Peterongan menuturkan, sejak siang kemarin tidak mempunyai persediaan cabai merah besar dan keriting.

Dia menyebutkan, saat ini rata-rata yang dimiliki oleh pedagang besar adalah cabai kecil atau rawit. Namun, bukan tidak mungkin dalam beberapa hari ini cabai akan langka dan harganya makin mahal.

Nasiroh (37), pemilik warung makan, mengaku kaget karena harga cabai melonjak sangat tajam. Dia biasa membeli cabai dalam jumlah besar untuk persediaan beberapa hari.

Lima hari lalu, ujar dia, harga cabai besar dan kecil masih murah tetapi kemarin sudah melambung tinggi. Pihaknya tidak berani berspekulasi membeli dalam jumlah banyak sebagai persediaan selama beberapa hari.

''Kalau harganya terus naik tidak apa-apa, tetapi kalau dua hari lagi turun tentu saya akan rugi,'' ujar dia.

Akibat harga cabai mahal, dia berencana membatasi pemakaian sambal untuk dagangan di warungnya.(H2-53j)


Berita Utama | Semarang | Sala | Jawa Tengah | Olahraga | Internasional
Budaya | Wacana | Ragam | Ekonomi | Fokus | Cybernews | Berita Kemarin
Copyright© 1996 SUARA MERDEKA