
| Senin, 22 Desember 2003 | Jawa Tengah - Pantura |
Gerakan Bersih-bersih Pantai
Ubah Kultur Masyarakat PesisirGERAKAN bersih-bersih lingkungan yang dilakukan secara serempak biasanya diadakan di lingkungan perkotaan atau permukiman penduduk. Namun, di Kelurahan Muarareja, Kecamatan Tegal Barat, Kota Tegal, warga setempat justru melakukan gerakan bersih-bersih di sepanjang kawasan pantai. Itu terlihat pada pagi hari pukul 07.00, Jumat lalu (12/12). Tak kurang dari 1.000 orang termasuk siswa-siswa sekolah dasar (SD) tumpah ruah di sepanjang pantai dengan membawa berbagai peralatan kebersihan. Suasananya pun tampak ceria, apalagi diiringi lagu dangdut lewat sound system. Sepintas, keberadaan mereka di pantai itu seperti orang yang sedang berlibur. ''Baru kali ini impian kita agar Pantai Muarareja terlihat bersih dan nyaman terwujud. Dengan kesadaran tinggi dan tak mengenal lelah, dalam tempo kurang dari tiga jam kondisi pantai sepanjang 1,5 km itu tampak seperti tempat objek wisata, bersih dan nyaman,'' kata H Tambari, tokoh nelayan. Gerakan bersih-bersih pantai itu, lanjut dia, dilatarbelakangi keprihatinan akan kondisi pantai yang kotor dan tercemari limbah. Kondisi itu, selain mengurangi keindahan pemandangan pantai, juga bisa merusak ekosistem laut. Tambari yang juga Ketua Pelestarian Sumberdaya Perikanan dan Lingkungan (P3L) memaparkan, bersih-bersih pantai baru kali ini diadakan di Kota Bahari Tegal. Lantas, kenapa kegiatan itu juga melibatkan anak-anak SD? ''Ya, tujuan kami sederhana saja. Dengan keterlibatan anak-anak itu, diharapkan mereka memiliki kesadaran lingkungan pantai sedini mungkin. Cepat atau lambat mereka merupakan bagian dari masyarakat pesisir yang memiliki wawasan kesadaran lingkungan. Secara psikis anak-anak itu merasa memiliki lingkungan pantai.'' Mengubah Kultur Menurut pandangan Ketua Lembaga Pengkajian dan Pengembangan Sumberdaya Pembangunan (LPPSP) Semarang, Dra Hj Indra Kertati MSi, gerakan bersih-bersih secara tidak langsung bisa mengubah kultur masyarakat pesisir. ''Apalagi, dalam kondisi nelayan yuang serbasulit, tangkapan menurun dan harga ikan di pasaran anjlok seperti sekarang. Perlu ada terobosan baru yang sekarang digalakkan, yakni mengusbah nelayan tangkap menjadi nelayan budi daya. Nah, kalau kondisi pantainya bersih, ada semangat untuk melakukan budi daya ikan,'' ujarnya. Komandan Pangkalan TNI-AL Letkol (Laut) Bambang Wahyudi yang ikut bersih-bersih pantai mengatakan, pihaknya telah mengerahkan dua peleton anak buahnya untuk ikut bergabung dengan masyarakat. (Dwi Ariadi-42c) |