logo SUARA MERDEKA
Line
  Senin, 22 Desember 2003 Jawa Tengah - Banyumas  
Line

Operasi Pelajar yang Suka Bolos

Siswa Kucing-kucingan dengan Petugas

PURWOKERTO - Puluhan siswa SMA/SMK di Ajibarang yang sedang keluyuran di terminal dan pertokoan pada jam belajar, lari terbirit-birit begitu melihat Tim Operasi Pelajar Dinas Pendidikan Kabupaten Banyumas turun untuk melakukan razia. Mereka berhasil lolos dari kejaran tim sehingga hanya beberapa siswa yang terjaring.

''Rupanya mereka sudah hafal betul dengan orang-orang dari Dinas Pendidikan dan Kebudayaan yang sudah rutin melakukan operasi. Begitu mobil berhenti dan tim turun, siswa langsung melarikan diri. Mereka sudah berani main kucing-kucingan dengan tim operasi,'' kata Kasi Kesiswaan Dinas Pendidikan Kabupaten Banyumas, Suwardi SH, kemarin.

Dinas Pendidikan sejak 16 Desember lalu melakukan operasi pelajar ke berbagai tempat keramaian umum di Kota Purwokerto dan sekitarnya. Selain Dinas Pendidikan, operasi serupa juga dilakukan Badan Narkotika Kabupaten (BNK) Banyumas yang melaksanakannya selama tiga hari (16-18/12) lalu. Pada tiga hari operasi itu, tim dari BNK menjaring 77 pelajar SMA/SMK dan SMP. Adapun Dinas Pendidikan selama tiga hari dapat menjaring 52 pelajar.

Suwardi mengatakan, operasi yang dilakukan BNK hanya berlangsung tiga hari. Namun operasi yang dilakukan pihaknya masih terus berlanjut pada hari Jumat dan Sabtu lalu.

Pada hari Jumat operasi dilakukan di wilayah Kecamatan Sumpiuh. Namun karena hari pendek, tim tidak menjaring siswa yang keluyuran di luar sekolah pada jam belajar. Meski demikian, katanya, tim Dinas Pendidikan tetap melakukan operasinya dengan cara masuk ke sekolah-sekolah yang ada di Sumpiuh.

Penggeledahan

Dalam operasi di sekolah-sekolah itu petugas didampingi kepala sekolah dan guru pembina melakukan penggeledahan terhadap tas yang dibawa pelajar. ''Dalam penggeledahan itu tim yang melakukan operasi tidak menemukan benda berbahaya berupa senjata tajam ataupun barang lainnya seperti narkoba,'' ungkapnya.

Pada hari Sabtu tim operasi dari Dinas Pendidikan menyusur ke wilayah Rawalo, Jatilawang, Wangon, dan Ajibarang. Di Rawalo tidak ada siswa yang terjaring, sedangkan di Jatilawang ada empat pelajar, Wangon tujuh pelajar, dan di Ajibarang ada enam pelajar SMA/SMK dan SMP yang terjaring.

''Saat turun di Ajibarang, siswa yang sedang keluyuran di terminal dan jalan raya pada jam sekolah ada puluhan orang. Namun ketika mereka melihat tim datang, langsung lari terbirit-birit. Hanya enam pelajar yang terjaring. Itu pun ada yang dari Bumiayu, Kabupaten Brebes,'' jelasnya.

Ditambahkannya, operasi ini dilaksanakan sebagai terapi bagi pelajar yang suka bolos. Dinas melakukannya karena pada awal Januari mereka akan mengikuti tes semester. Kalau mereka sering bolos dikhawatirkan bisa memengaruhi hasil tes yang mereka ikuti. ''Dengan adanya operasi ini para pelajar bisa meningkatkan kedisiplinannya dalam mengikuti pelajaran di sekolah,'' katanya. (G23-20n)


Berita Utama | Semarang | Sala | Jawa Tengah | Olahraga | Internasional
Budaya | Wacana | Ragam | Ekonomi | Fokus | Cybernews | Berita Kemarin
Copyright© 1996 SUARA MERDEKA