
| Senin, 22 Desember 2003 | Jawa Tengah - Banyumas |
47 Calon Haji Belum Mendapat Visa
BANJARNEGARA - Sebanyak 24 calon haji Kabupaten Banjarnegara dipastikan gagal berangkat ke Tanah Suci pada tahun 2004. Hal itu munyusul penolakan Pemerintah Arab Saudi atas pengajuan penambahan kuota haji tahun ini dari Pemerintah RI. Selain 24 orang yang batal berangkat, 47 orang yang lain kemungkinan tak bisa berangkat bersama rombongan haji kabupaten tersebut yang masuk kloter 1. Sebab, mereka hingga kemarin belum memperolah visa. "Yang siap berangkat ke Tanah Suci lewat embarkasi Donohudan pada 29 Desember mendatang 355 orang," kata Kepala Kandepag Drs H Imam Mutarosichah, kemarin. Baik calon haji yang batal berangkat maupun yang belum memperoleh visa, Kamis dan Jumat (18/12/ dan 19/12) dikumpulkan di Peringgitan. Setelah menerima pemberitahuan dari Kepala Kandepag Banjarnegara Drs Imam Mutarosichah, beberapa di antara calon haji tersebut langsung lemas. Muharto dan ibunya Ny Lasiyah, warga Desa Kepakisan Kecamatan Batur contohnya. Sebelum menerima pemberitahuan pembatalan itu, dia tengah melaksanakan pengajian di rumahnya untuk melepas kepergian anak dan ibunya itu berangkat haji. Setelah acara selesai, datang utusan dari Kandepag setempat yang memberitahukan bahwa kedua orang itu batal berangkat haji. Bersabar Kepala Kandepag Drs H Imam Mutarosicah saat berdialog dengan calon haji yang belum memperoleh visa belum memastikan kapan visa dari Kedutaan Besar Arab Saudi keluar. "Yang belum dapat visa tetap ada peluang berangkat, karena mereka tak termasuk yang kuotanya dibatalkan," ujar dia. Ngatikurohman, seorang calon haji yang belum mendapat visa, mengusulkan agar calon haji (355 orang) yang termasuk kloter 2 menunda keberangkatan pada 29 Desember 2003 dan menanti 47 orang yang belum mendapat visa. "Dengan begitu, kita bisa bersama-sama berangkat ke Tanah Suci dan tak terpisah satu dengan lain," saran dia. Kandepag menjawab, usul itu akan disampikan ke Depag Pusat. Namun, dia menilai, usulan calon haji itu jauh dari kemungkinan. Jika jadwal pemberangkatan calon haji kloter itu diundur maka bisa memengaruhi jadwal pemberangkatan kloter lain. Berbeda lagi pendapat H Chayatul Makki, putra KH Muhammad, Pengasuh Pondok Pesantren Tanbihul Ghofilin Kecamatan Bawang. Peristiwa tersebut, menurut dia, bisa dijadikan hikmah agar calon haji bersabar. "Kalau Allah menghendaki, kita pada tahun ini berangkat haji. Kalau tidak, ya kita harus bersabar," ujar lelaki yang pada tahun ini menunaikan haji kali keempat.
Dia bersama istrinya Ny Diyana Fatmafati (mendaftar lewat DIY lalu mutasi ke Banjanegara) termasuk calon haji yang belum memperoleh visa. Sementara itu, empat anggota keluarganya, KH Muhammad, istri dan dua saudaranya dipastikan berangkat pada 29 Desember mendatang.
"Kami sekeluarga bertujuh (salah satu saudaranya yang sedang belajar di Damaskus menunggu di Arab Saudi) berencana menunaikan haji bersama satu rombongan, tapi takdir menyatakan lain," ujarnya. (A9-20e) |