logo SUARA MERDEKA
Line
  Senin, 22 Desember 2003 Jawa Tengah - Kedu & DIY  
Line

Ratusan Hektare Tanaman Padi Puso

KEBUMEN-Banjir akibat tanggul dadal beberapa waktu lalu di Kebumen selatan menyebabkan ratusan hektare tanaman padi terancam puso. Hal itu menimpa persawahan di Kecamatan Puring, Kuwarasan, Adimulyo, dan sekitarnya.

Seperti pernah diberitakan, akibat hujan terus-menerus tanggul Kali Kemit, Kali Kethek, dan Kali Karanganyar dadal.

Air melimpah dan meluber ke areal sawah serta pekarangan di Kecamatan Adimulyo, Kuwarsan, dan Puring.

Berdasarkan laporan Camat Puring Sumarno SSos, luas tanaman padi yang tergenang banjir mencapai 691 ha. Diperkirakan kerugian para petani mencapai Rp 720 juta, karena tiap hektare biayanya mencapai Rp 1 juta.

Menurut Sumarno, areal tanaman padi yang tergenang beberapa hari itu meliputi 18 desa. Rata-rata tiap desa mencapai 10-60 ha dan usia tanaman padi baru tiga sampai empat minggu. Bahkan ada yang baru ditanam sudah keburu tergenang.

Di Kecamatan Kuwarasan, menurut laporan Camat Mohamad Khusnun SSos, terdapat 115 ha areal tanaman padi terancam puso. Genangan air menimpa areal sawah di 11 desa yang kondisinya dataran rendah dan langganan banjir.

Gotong Royong

Sementara itu, di Kecamatan Karanganyar dampak banjir juga masih terasa. Di wilayah tersebut terjadi dadalan tanggul di tiga tempat, yaitu tanggul Kali Karanganyar dadal 60 meter, tanggul Kali Abang dadal 50 cm, dan saluran irigasi di Desa Wonorejo longsor.

Menurut Camat Karanganyar Azam Fatoni SH, terhadap kerusakan tanggul irigasi sepanjang 120 meter di Desa Wonorejo telah diperbaiki masyarakat secara gotong royong. Namun dia mengharapkan agar perbaikan tanggul Kali Abang dan tanggul irigasi dilakukan secara permanen oleh dinas teknis.

Hujan terus-menerus belum lama ini juga menyebabkan bencana longsor di Kecamatan Sempor.

Tanah longsor terjadi di Desa Somagede yang merupakan dataran tinggi di bawah hutan pinus. Akibatnya, empat rumah warga rusak, yaitu milik Natawireja (54), Satim (41), Sanawikarta (65), dan Muntana (52).

Bahkan satu buah jembatan di Dukuh Pejaten Desa Kedungjati Sempor runtuh dan kerugian diperkirakan mencapai Rp 20 juta. Saat ini telah dipasang rambu pengaman dan masyarakat membuat jembatan darurat dari bambu.(B3-76s)


Berita Utama | Semarang | Sala | Jawa Tengah | Olahraga | Internasional
Budaya | Wacana | Ragam | Ekonomi | Fokus | Cybernews | Berita Kemarin
Copyright© 1996 SUARA MERDEKA