logo SUARA MERDEKA
Line
  Senin, 22 Desember 2003 Jawa Tengah - Kedu & DIY  
Line

Golkar Targetkan Raih 14 Kursi

PURWOREJO - Kesibukan pencalegan di setiap parpol semakin semarak. Kantor KPU pun semakin banyak dikunjungi orang. Akan tetapi, tentu saja mereka memiliki cara penyaringan dan target yang berbeda.

Sekretaris DPD Golkar Drs Ary Edy Prasetyo MBA menyatakan, Golkar menargetkan perolehan kursi di DPRD II sebanyak 11 - 14. Daerah pemilihan yang bisa diharapkan unggul untuk partai tersebut adalah Purworejo dan Kutoarjo, disusul Kemiri dan Pituruh. Adapun cara penjaringan caleg dilakukan melalui beberapa jalan.

Menurut penjelasannya, caleg bisa berasal dari pengurus partai, anggota Angkatan Muda Partai Golkar (AMPG), Kesatuan Perempuan Partai Golkar (KPPG), anggota Badan Pengendali Pemenangan Pemilu (Bapilu), tokoh masyarakat, atau ulama. Yang jelas, kata dia, wajah-wajah lama yang saat ini duduk di DPRD tetap akan dicalonkan, kecuali Ropingi yang enggan maju lagi dengan alasan usia.

Dia menjelaskan, H AG Lasno dan Drs R Istiharto akan dicalonkan menjadi anggota DPRD provinsi. Adapun empat anggota Dewan lainnya tetap akan dicalonkan menjadi anggota DPRD II setempat. Mereka terdiri atas Sri Susilowati, Sumadi, Bambang Wahono, dan Puguh Setiadi.

Di balik wacana seperti itu, Golkar tetap akan menampung aspirasi dari bawah. Caranya, pengurus partai di 16 kecamatan diberi peluang mencalonkan masing-masing lima orang. Dari 80 caleg, rencananya akan diseleksi dan diambil 16 orang.

Diberi Peluang

Unsur sayap seperti dari AMPG dan KPPG diberi peluang mengusulkan masing-masing sepuluh calon. Dari usulan unsur sayap itu akan diambil 8 orang terkuat. Sementara itu dari 54 orang pengurus DPD II Golkar, hanya 10 orang yang akan dicalonkan, tetapi selanjutnya hanya akan diambil 3 orang.

Tiga calon unggulan DPD itu, jelas Ary, selain dia sendiri juga Sutoro Atmowasito dan Danni Purwadi. Namun, dia tidak sanggup dicalonkan dengan alasan hendak memberi pendidikan kepada masyarakat bahwa yang berjuang di partai tidak harus mencari posisi di Dewan.

Golkar juga memberi peluang kepada organisasi pendukung perjuangan seperti kalangan ulama, paguyuban kepala desa, dan PGRI untuk mengajukan caleg. Dia mengakui, partai tersebut masih mengalami kesulitan dalam hal pemenuhan kuota caleg perempuan 30%. (yon-76n)


Berita Utama | Semarang | Sala | Jawa Tengah | Olahraga | Internasional
Budaya | Wacana | Ragam | Ekonomi | Fokus | Cybernews | Berita Kemarin
Copyright© 1996 SUARA MERDEKA