
| Senin, 22 Desember 2003 | Jawa Tengah - Muria |
"Saya Malu, Tetangga Sudah Telanjur Nyumbang"REMBANG - Rasa sedih yang cukup mendalam tersirat pada wajah para calon haji asal Rembang yang gagal berangkat ke Tanah Suci akibat penolakan pemerintah Arab Saudi terhadap pengajuan tambahan kuota 30.000 orang. Sejak diumumkan nama-nama para calon yang nasibnya kurang baik, kegiatan di Kantor Depag meningkat. Sejak beberapa hari lalu, kantor tersebut sering didatangi banyak orang. Mereka ingin mencari kejelasan mengenai nasibnya. Wajah mereka terlihat muram yang menandakan mereka sedang punya masalah. Tak jarang di antara mereka mengeluarkan kata-kata yang bernada kecewa. Sepertinya mereka tidak puas terhadap kerja Pemerintah Indonesia yang gagal memperjuangkan tambahan kuota. Para calon haji yang mengalami nasib kurang baik itu datang ke Kantor Depag secara bergantian. Sebagian di antara mereka datang relatif pagi, sekitar pukul 08.00. Mereka tiba di kantor diantar keluarga atau teman dekatnya. Untuk itu, sejak beberapa hari lalu Depag membuka pelayanan. Setiap orang yang ingin mencari kejelasan mengenai nama-nama calon haji yang gagal berangkat ke Tanah Suci dipersilakan masuk ruang khusus. Kemudian mereka diberi penjelasan oleh petugas yang membidangi masalah tersebut. Merasa Malu Tak sedikit di antara para calon haji yang bernasib kurang mujur itu bersungut-sungut ketika keluar dari ruang pelayanan. Bahkan ada calon haji perempuan yang tak tahan membendung air matanya setelah mendapatkan kepastian mengenai nasib dirinya. "Kula isin, Pak, mboten sios pangkat. Sedaya tetanggi sampun kadhung maringi gendhis, teh, lan kopi kangge selametan kula (Saya malu, Pak, tak jadi berangkat. Semua tetangga sudah telanjur memberi gula, teh, dan kopi untuk selamatan saya)," kata calon haji asal Sarang yang minta tidak ditulis identitasnya. Apa yang dikatakannya itu dibenarkan oleh calon haji lainnya. Mereka mengatakan, sudah menjadi kebiasaan warga pedesaan bila ada orang yang akan berangkat ke Tanah Suci, para tetangga berdatangan. Kesedihan mereka tak mampu diobati dengan janji-janji dari pemerintah seperti yang dikatakan oleh Kepala Departemen Agama Drs H Ibnu Hajar yang akan memberikan prioritas keberangkatan mereka tahun depan.Calon haji dari Rembang yang gagal berangkat sebanyak 24 orang.(jl-49n) |