logo SUARA MERDEKA
Line
  Senin, 22 Desember 2003 Jawa Tengah - Pantura  
Line

Di Bawah Ancaman Badai

150 Pencinta Alam Bersihkan Merbabu

STEMPEL hura-hura yang sering menempel pada diri pemuda masa kini, ternyata tak berlaku bagi semua pemuda. Hal itu ditunjukkan para pemuda di Kota Santri yang mengisi hari libur dengan kegiatan positif.

Sekitar 150 pemuda dari 25 Kelompok Pencinta Alam di Kabupaten Pekalongan belum lama ini menggelar bersih gunung di Gunung Merbabu. Mereka membersihkan sampah-sampah yang tersebar di sekitar gunung yang punya ketinggian 3.142 m/dpl tersebut.

Pagi itu, sekitar pukul 08.00 di Pendapa Kabupaten Pekalongan di Kajen di penuhi ratusan muda-mudi dengan membawa ransel besar. Muda-mudi yang berpakaian layaknya seorang petualang tersebut ternyata para peserta bersih gunung yang hari itu akan berangkat melakukan ''tugas suci'' membersihkan gunung dan menjaga lingkungan.

Tak lama kemudian, Bupati Pekalongan Drs Amat Antono memberangkatkan para petualang yang menamakan dirinya sebagai Forum Komunikasi Pencinta Alam (FKPA) Kabupaten Pekalongan.

Dengan mengendarai empat truk, pukul 15.00 para pencinta alam sampai di Desa Cuntel, sekitar Bumi Wisata Kopeng Salatiga. Lewat jalur Cuntel itulah mereka memulai petualangan membersihkan pegunungan.

Seperti yang mereka duga sebelumnya, bersih gunung ternyata bukan pekerjaan mudah, sebab mereka harus menghadapi berbagai tantangan alam. ''Satu jam setelah kami berangkat dari Cuntel atau tepatnya pukul 19.00, tiba-tiba hujan deras. Namun rombongan sepakat terus naik,'' cerita Arifaudin (27), salah satu peserta pendakian massal itu.

Hawa dingin pegunungan tak urung ''memakan korban'' juga. Dua peserta terkapar pingsan karena tak kuat menahan dingin, sementara dua orang lain kejang-kejang.

Keberuntungan ternyata belum berpihak kepada para pendaki dari Kota Santri. Meski telah berjuang ''menaklukkan'' ketinggian Merbabu, mereka akhirnya gagal mencapi puncak tertinggi gunung tersebut. Sekitar pukul 03.00 mereka sampai di Puncak Pemancar atau Pos IV dari enam pos yang ada.

Menurut Ketua Panitia Bersih Gunung Zuhrie Geber (24), waktu itu para peserta banyak yang ingin melanjutkan perjalanan ke puncak utama. Namun dari tim surveyor yang memonitor kondisi puncak melaporkan, ada badai besar di puncak utama. Setelah puas istirahat, sekitar pukul 12.00 para pencinta alam yang semalaman melakukan perjalanan di bawah guyuran hujan deras memutuskan untuk turun.

Dua jam kemudian mereka sudah sampai di lereng gunung dan berhasil mengumpulkan puluhan karung sampah. Sampah-sampah tersebut kemudian dikumpulkan dan dimusnahkan bersama pemuka desa setempat.(Muhammad Burhan-74s)


Berita Utama | Semarang | Sala | Jawa Tengah | Olahraga | Internasional
Budaya | Wacana | Ragam | Ekonomi | Fokus | Cybernews | Berita Kemarin
Copyright© 1996 SUARA MERDEKA