logo SUARA MERDEKA
Line
  Senin, 22 Desember 2003 Jawa Tengah - Muria  
Line

Undaan Jadi Lumbung Modern

KUDUS - Bupati Kudus Ir HM Tamzil mulai mewujudkan impiannya menjadikan Kecamatan Undaan sebagai lumbung modern dengan meresmikan mesin pengering padi (rice dryer), Sabtu lalu (20/12).

"Sekarang baru sebuah mesin pengering, tapi nanti akan dikembangkan sesuai dengan kebutuhan," ucapnya kepada Suara Merdeka.

Dalam kesempatan tersebut juga diserahkan traktor tangan dan pompa air. Kegiatan tersebut merupakan upaya mewujudkan usaha holding company di bidang pertanian. Caranya dengan membuat terminal agrobisnis di eks lahan BPP Undaan. Pemakaian mesin pengering adalah jawaban untuk mengatasi panen raya pada saat musim hujan agar harga gabah tidak jatuh dan bisa diproduksi petani dengan maksimal.

"Ke depan lokasi ini akan dikembangkan menjadi lumbung modern dengan dibangun pertokoan yang menyediakan kebutuhan pertanian. Jadi, petani tidak lagi kebingungan mencari kebutuhan untuk menggarap lahan, baik kebutuhan akan alat pertanian, obat-obatan maupun pupuk".

Tamzil mengemukakan, sekarang sudah tersedia 24 pompa air besar, 99 pompa air kecil, 15 unit traktor, dan dua unit rice dryer dengan kapasitas 10 ton dan 7 ton.

Masih Kurang

Dia emngakui, jumlah tersebut belum bisa mencukupi kebutuhan bila dibandingkan dengan areal sawah yang ditanami padi 14.206 ha.

"Namun, saya cukup bangga, dengan keterbatasan itu petani masih mampu memproduksi padi dengan surplus 9.000 ton bila dibandingkan dengan jumlah penduduk," katanya.

Kepala Dinas Pertanian Ir H Abdurrahman melaporkan soal pengembangan alat mesin pertanian pada 2003. Bantuan dari Pemerintah Pusat berupa 1 unit rice dryer, 2 traktor tangan, dan 1 pompa air. Adapun dari Pemprov Jawa Tengah yaitu 1 unit rice dryer, 8 unit sumur pantek, 8 unit pompa air, dan 3 traktor tangan. Lalu, dari Pemkab Kudus berupa 12 traktor tangan, 17 sumur pantek, dan 115 unit pompa air.

Soal kelangkaan pupuk dan harganya yang cukup tinggi, Bupati Tamzil menyatakan, dia sudah mengadakan pembicaraan dengan perwakilan Pusri. "Kalau perlu diadakan operasi pasar untuk menstabilkan harga pupuk," tegasnya. (P7-49e)


Berita Utama | Semarang | Sala | Jawa Tengah | Olahraga | Internasional
Budaya | Wacana | Ragam | Ekonomi | Fokus | Cybernews | Berita Kemarin
Copyright© 1996 SUARA MERDEKA