
| Senin, 22 Desember 2003 | Jawa Tengah - Pantura |
Petani Harus Taati Pola Tanam
BREBES - Kecenderungan petani tidak menaati pola tanam merupakan salah satu faktor penyebab kegagalan panen. Karena itu, Ketua Komisi Irigasi H Zaenal Arifin SH meminta pada musim tanam tahun 2004, petani lebih disiplin mematuhi pola tanam yang sudah disepakati bersama dan diperkuat dengan SK Bupati. Berbicara pada evaluasi Pola Tanam Tahun 2003-2004, Zaenal yang juga Asisten II Sekda mengatakan, SK Bupati yang berisi pembagian pemakaian irigasi teknis, sebaiknya dilaksanakan di lapangan. Sebab, SK tersebut mengatur pembagian air sesuai kebutuhan petani. ''Jadi, pada saat giliran tidak mendapatkan air, petani tak perlu memaksa petugas pengairan membuka pintu air, karena semua sudah dibagi sesuai kebutuhan,'' paparnya. Disebutkan, waktu tanam padi dengan pengairan irigasi Kali Pemali Bawah ditetapkan satu musim pada Desember sampai April dan ditutup 15 April. Untuk irigasi Kali Babakan, Kabuyutan, Jengkelok, dan Pemali Atas, ditetapkan Desember sampai Maret, dan ditutup Januari. Sementara irigasi Pemali Atas ditetapkan Maret sampai Juni, dan ditutup April. Pengaturan pembagian air untuk tanaman palawija bawang merah sebagaimana SK Bupati telah ditetapkan tiga bulan yakni, mulai Mei-Agustus dan Oktober-Desember 2004. Sedangkan areal bawang merah di daerah sulit air akan mendapat perpanjangan waktu suplai air dari Oktober sampai Maret. ''Sedangkan penanaman bawang merah musim tanam II suplai air Babakan, Kabuyutan, Jengkelok, April-Juni, dan Juli-September 2004.'' Kasubdin Pengairan Ir Eko Pawito mengatakan, pada musim tanam padi 2003-2004 yang semula direncanakan 27.695 hektare, hanya dapat terealisasi 24.188 hektare. Hal itu disebabkan terhambatnya distribusi air ke lahan petani. Tahun depan agar tidak terulang lagi, pengairan telah menyiapkan perbaikan irigasi, dam, dan pompanisasi yang dianggarkan dari APBD II. (wh-74) |