logo SUARA MERDEKA
Line
  Senin, 22 Desember 2003 Jawa Tengah - Pantura  
Line

Bursa Calon Direktur RSU Kardinah Hangat

  • Karyawan Tolak Mantan Pejabat

TEGAL - Bursa calon Direktur RSU Kardinah Kota Tegal kini mulai menghangat. Beberapa calon muncul setelah jabatan mantan direktur, dr Makmur Santosa, habis awal Desember lalu. Namun, karyawan khususnya di bagian perawat, akan menolak kalau keinginan mantan pejabat untuk memperpanjang kariernya di situ diluluskan oleh Badan Kepegawaian Daerah.

Bahkan menurut keterangan yang diperoleh kemarin, karyawan tak akan segan-segan berunjuk rasa kalau niat dokter itu diluluskan. Dokter itu menyampaikan keinginannya dalam sebuah pertemuan dengan karyawan yang intinya dia ingin tetap mengabdi di RSU. Meski mantan pejabat, kalau keinginannya disetujui Pemkot, dia rela hanya sebagai tenaga fungsional atau sebagai dokter umum biasa.

Menurut keterangan, ancaman karyawan bukan sekadar gertakan. Itu karena mereka sudah membuat surat penolakan yang disertai tanda tangan ratusan karyawan. Namun surat itu keburu ditarik setelah Pemkot mengisyaratkan akan menolak keinginan dokter tersebut.

Belum jelas benar alasan mereka menolak. Namun mereka menolak karena kalau pejabat itu diizinkan menjadi tenaga fungsional atau dokter umum di RSU, otomatis pekerjaannya akan tetap dibantu perawat.

Plt Direktur RSU dr Abdul Hakim Tohari SP RM saat ditanya mengenai ancaman unjuk rasa, keberatan menjawab pertanyaan. ''Sebab masalah ini sudah selesai,'' ujarnya.

Dia keberatan mengatakan, apalagi statusnya masih pelaksana tugas, sedangkan jumlah perawat di RSU sebanyak 198 orang.

Bursa calon direktur RSU kini mulai menghangat. Setidaknya nama dua calon muncul ke permukaan. Yakni, dr Abdal Hakim Tohari dan dr Achmad Soegito (Kepala Dinas P dan K). Namun muncul spekulasi, kemungkinan ada pula calon yang di-drop dari luar.

Kepala BKD Dra Suliestyaningsih mengaku sudah mengirimkan nama-nama calon direktur RSU ke Pemprov untuk dipilih. Dia keberatan menyebut nama calon itu. Status calon yang dikirim itu bereselon II.

Dia menandaskan, hingga kemarin belum menerima permohonan mantan pejabat RSU yang ingin menjadi tenaga fungsional. Diakuinya, dia memang mendengar isu ada karyawan yang akan menolak mantan pejabat yang ingin menjadi tenaga fungsional. Namun hingga kini BKD belum menerima surat penolakan itu. (aj-74n)


Berita Utama | Semarang | Sala | Jawa Tengah | Olahraga | Internasional
Budaya | Wacana | Ragam | Ekonomi | Fokus | Cybernews | Berita Kemarin
Copyright© 1996 SUARA MERDEKA