
| Senin, 22 Desember 2003 | Jawa Tengah - Pantura |
Menunggak Listrik, Texmaco Terancam Tutup
PEMALANG - Sungguh malang nasib karyawan PT Texamco Jaya Pemalang. Setelah prihatin dengan persoalan modal karena sikap tegas BPPN beberapa waktu lalu, kini kembali dibuat waswas bahwa pabrik akan tutup. Hal itu disebabkan perusahaan menunggak pembayaran rekening listrik cukup besar.''Apabila sampai 23 Desember (Selasa besok-Red) tunggakan pembayaran rekening tak dilunasi, PLN akan mencabut listrik seluruhnya. Itu berarti pabrik tak bisa beroperasi alias tutup,'' ujar Ketua PUK SP TSK FSPSI PT Texmaco Jaya Pemalang, Pranoto dan beberapa karyawan lain, kemarin. Saat ini perasaan seluruh karyawan perusahaan yang sedang didera persoalan permodalan itu benar-benar prihatin. Sebab, PLN tak mau lagi memberikan toleransi sedikit pun terhadap pembayaran rekening listrik. Maunya seluruh tunggakan dilunasi. Padahal, Texmaco sudah berupaya mengangsur walau keuangan masih sulit. Hal itu bisa dilihat pada menurunnya jumlah tunggakan. Apabila pada Juli tunggakan masih sebesar Rp 5,1 miliar, pada Desember sudah turun dan tinggal Rp 1,3 miliar. Itu berarti ada niat baik untuk melunasi tunggakan. Namun, tambah Pranoto, PLN tak mau memberikan toleransi, bahkan cenderung tidak manusiawi. Itu terlihat dari tindakan tegas PLN yang telah memadamkan dua gardu listrik di Texmaco. Dua gardu itu memiliki kekuatan 2.200 KVA. Akibatnya, sebagian besar mesin tak bisa beroperasi dan 1.150 pekerja dirumahkan. Kini tinggal 650 karyawan yang masih bekerja. Tinggal Satu Gardu listrik yang masih efektif, kini tinggal satu unit dengan kekuatan 2.900 KVA. Gardu itu digunakan untuk menghidupkan beberapa mesin dan penerangan pabrik. Selain untuk keperluan pabrik, listrik yang ada juga untuk keperluan penerangan jalan permukiman penduduk di sekitar pabrik, kantor Polsek Taman, dua masjid, dan sebuah madrasah. Gardu listrik yang tinggal satu-satunya itu akan dipadamkan PLN jika Texmaco tidak segera melunasi tunggakan Rp 1,774 miliar. Maka apabila PLN tetap akan melakukan pemadaman, seluruh karyawan akan mengadakan aksi menjaga gardu sekuat tenaga. Vice President Texmaco Jaya, Rasyad As'ari mengatakan, pihaknya bukannya tidak mau membayar listrik, namun minta agar pembayaran disesuaikan dengan kemampuan keuangan yang ada. Hal itu sudah dilakukan sehingga tunggakan yang tadinya Rp 5 miliar pada bulan November tinggal Rp 1,3 miliar. Bila digabung dengan rekening Desember, total yang harus dibayar Rp 1,774 miliar. Sisa tunggakan diperkirakan selesai dibayar Februari 2004. Karena itu, diharapkan PLN mau memberi toleransi secara manusiawi karena dampaknya akan merugikan karyawan. Menurut Kepala Unit Pelayanan dan Jaringan (UPJ) PLN Pemalang Untung Susyanto, pihaknya telah memberikan toleransi kepada Texmaco sejak Juli lalu untuk melunasi tunggakan listrik. Sisa tunggakan sebesar Rp 1,3 miliar harus dilunasi Desember. Mengenai tuduhan PLN tidak manusiawi terhadap para karyawan, kata dia, apabila listrik dicabut dan pabrik tutup bukan kesalahan pihaknya, tetapi memang persoalan manajemen Texmaco. Mestinya direksi turun tangan untuk segera menyelesaikan masalah.''Saya hanya melaksanakan keputusan manajemen dari AP PLN Tegal. Secara pribadi saya juga tidak tega terhadap karyawan kalau mereka menganggur,'' ucapnya. (sf-74n) |