
| Senin, 15 Desember 2003 | Sala |
Pagi Ini Pedagang Digusur
KAMANDUNGAN - Pagi ini, para pedagang kaki lima (PKL) di seputar Alun-alun Lor akan digusur oleh instansi terkait secara terpadu. Pasalnya, Senin (15/12) ini bersamaan dengan batas akhir bagi mereka untuk keluar dari sana sesuai dengan edaran Lembaga Hukum Keraton Surakarta (LHKS) yang diterbitkan seminggu lalu. "Rencananya begitu. Tetapi tergantung pada perkembangan terakhir besok (Senin ini-Red). Sebab, kami sudah mengirimkan surat edaran sekaligus pemberitahuan kepada sejumlah instansi. Ada Kantor (Pengelolaan) PKL, Pemkot, Polisi Pamong Praja, Polsek, Koramil, dan sebagainya. Yang saya dengar, Senin ada penertiban terpadu," jelas Ebit Pramudijanto, Humas LHKS, kepada Suara Merdeka yang menghubungi di kantornya, Kamandungan, Baluwarti, kemarin. Dia menyebutkan, hari ini adalah batas akhir yang disebut dalam edaran yang dikeluarkan lembaganya. Para PKL diharapkan meninggalkan areal dagangnya di badan jalan seputar alun-alun itu, sekaligus pencabutan kesepakatan yang pernah dibuat antara Keraton dan PKL perihal izin berjualan di situ secara temporal. Dalam pengusuran itu, pimpinan LHKS, KP Edy juga pernah menyebutkan, ini sekaligus untuk memberikan ketegasan terhadap para PKL yang diduga hampir semuanya memiliki jatah kios di dalam Pasar Cendera Mata. Ketegasan dimaksud adalah meminta sekali lagi kepada mereka untuk kembali ke dalam pasar. Jika tidak mau memfungsikan kiosnya, sangat dimungkinkan akan dicabut haknya dari kepemilikan kios tersebut. Dalam persoalan lain, Ebit membenarkan rencana KP Edy mengundang para pedagang anggota HPKK, warga Kelurahan Kedunglumbu dan para pedagang akik atau batu aji dan helm untuk hadir di Pendapa Pagelaran Sasana Sumewa. Acara halalbihalal, silaturahmi sekaligus penyerahan kios dagang cendera mata dan keris secara simbolis akan diselenggarakan sore ini, yang akan dihadiri kurang lebih 250 orang. "Yang akan berlangsung itu, selain sebagai silaturahmi, juga penyerahan tahap pertama secara simbolis, kepada para anggota HPKK," kata pengawas lapangan proyek revitalisasi Alun-alun Lor itu. (won-17c) |