
| Senin, 15 Desember 2003 | Sala |
PNBK Akan Bergabung dengan PNI MarhaenismeWONOGIRI- Partai Nasional Banteng Kemerdekaan (PNBK) tak dapat menjadi peserta Pemilu 2004, namun untuk tetap ikut dalam pemilu, kader dan massa PNBK Wonogiri akan bergabung ke PNI Marhaenisme. Penegasan itu dikemukakan Ketua Dewan Pimpinan Cabang (DPC) PNBK Wonogiri Dawud Indrianto BA, kemarin. "Kami memang berencana bergabung ke Partai Nasional Indonesia (PNI)-Marhaenisme saja," katanya. Pilihan ke PNI-Marhaenisme pimpinan DM Sukmawati Soekarnoputri didasarkan pada kesepahaman ideologi, jiwa, dan semangat idealisme sebagai komponen nasionalis. "Secara pribadi saya memang telah berembuk dengan Susilo Sadewo selaku Ketua DPC PNI-Marhaenisme Wonogiri. Namun untuk kepastian lebih lanjut, kami merasa perlu lebih dulu berembuk dengan rekan-rekan pengurus di DPC dan para pemimpin anak cabang di tiap-tiap kecamatan se-Kabupaten Wonogiri," katanya. Penetapan 24 parpol di Indonesia yang dinyatakan sebagai peserta Pemilu 2004 oleh KPU Pusat merontokkan sejumlah parpol yang sebenarnya eksis di daerah. Sekretaris KPU Propinsi Jateng Drs Suwarto Nasucha mengatakan, di Jateng hanya tercatat 14 dari 17 parpol yang dinyatakan lolos verifikasi dan berhak menjadi peserta pemilu. Namun, katanya, jumlah itu diperkirakan masih dapat berkembang dalam waktu dekat ini, karena masih ada kesempatan lagi bagi ke 24 parpol peserta pemilu untuk melengkapi kepengurusannya di Jateng. "Berkait dengan ini, kami masih akan melakukan validasi sampai batas pengembalian formulir 29 Desember 2003," katanya. Penggantian Sekretaris Suwarto Nasucha, Sabtu (13/12), berada di Kabupaten Wonogiri untuk melantik Sekretaris KPU Wonogiri Drs Daryanto MM, menggantikan Drs Sumadi MM yang mengundurkan diri. Dalam berita acara pelantikan, muncul nama "misterius" penyebutan penggantian nama Sekretaris KPU Wonogiri dari Drs Stefanus Pranowo ke Drs Daryanto MM. Berkaitan dengan kemunculan nama "misterius" ini, dia menjelaskan, riilnya memang pergantian itu dari Sumadi ke Daryanto. Tapi ternyata KPU Wonogiri dalam rapat plenonya lebih dulu memberikan surat keputusan nama Stefanus Pranowo sebagai pengganti Sumadi. Pranowo kenyataannya belum pernah dilantik. Karena itu pula, dalam berita acara serah terima nama Pranowo tetap disebut, meski dia belum pernah dilantik dan belum pernah menjalankan tugas sebagai Sekretaris KPU Wonogiri. Terkait dengan kemunculan nama Pranowo yang dianggap "misterius" itu, Ketua KPU Wonogiri Drs Joko Purnomo mengatakan, nama itu memang sempat dimunculkan untuk menggantikan Sumadi berdasarkan keputusan rapat pleno KPU Wonogiri. Namun, kata Joko, ketika nama Pranowo diusulkan, dia dianggap belum memenuhi persyaratan tentang golongan kepangkatannya dan alternatif pilihan pada Daryanto karena yang bersangkutan memang di samping pangkat golongannya sebagai PNS telah memenuhi. Dia juga punya pengalaman pernah menangani Pemilu 1999. Di Wonogiri, kata Joko Purnomo, sebelumnya ada 18 dari 19 parpol yang dinyatakan masuk dalam kelompok 24 parpol calon peserta pemilu. Nmaun jumlah ini berkembang dengan dimasukkannya formulir pendaftaran susulan yang batas akhir penyerahannya per 19 Desember 2003. (P27-14c) |