
| Senin, 15 Desember 2003 | Ragam |
Obesitas Paling Ditakuti PerempuanMUNGKIN pernah melihat atau mengalami sendiri, ketika masih gadis remaja, mempunyai tubuh yang langsing dan enak dipandang. Setelah menikah, hamil dan mempunyai anak, seolah hilang tubuh langsing tersebut, berganti tubh gemuk bergelantung lemak di sana-sini. Apabila tak diupayakan, tak mustahil tubuh yang gemuk akan bertambah gemuk sejalan dengan bertambahnya usia sampai memasuki usia menopause. Sebagian besar kasus kegemukan berawal dari pola hidup yang kurang seimbang antara asupan makanan dan aktivitas sehari-hari. Sampai-sampai menunjukkan keadaan seorang memiliki berat badan di atas normal dan kelebihan lemak dalam tubuh atau obesitas. Disamping mengurangi penampilan terutama bagi perempuan, kegemukan dapat memicu berbagai penyakit, seperti penyakit jantung, tekanan darah tinggi, diabetes, beberapa jenis kanker, penyakit tulang dan persendian. Sementara itu menopause sering diartikan sebagai masa berhentinya atau berakhirnya menstruasi yang diikuti dengan berbagai keluhan. Seperti sakit punggung, pusing, jantung berdebar, sulit tidur, rambut rontok, rasa panas di dada serta wajah dan lain-lain. Juga gejala secara psikis seperti rasa tertekan, malas, sedih, mudah marah merasa tak berdaya serta mudah menangis. Namun yang terpenting bagi para perempuan adalah mempersiapkan mental positif sehingga dapat melewati masa ini dengan aman dan senyaman mungkin. Penyakit Jantung Kegemukan membuat kerja jantung bertambah berat, tugas alat pencernaan juga semakin berat, beban tulang-tulang dan persendian lebih berat, demikian juga metabolisme tubuh. Sedangkan perempuan menopause cenderung menjadi lebih gemuk. Karena biasanya aktivitas fisik berkurang tetapi asupan makanan tetap atau justru lebih banyak dari sebelumnya. Oleh sebab itu orang yang mengalami kegemukan setelah menopause akan berisiko mengalami penyakit jantung dan penyempitan pembuluh darah. Pada perempuan yang mengalami masa peralihan menuju menopause produksi hormon estrogen berkurang. Hormon ini berfungsi menjaga organ-organ kewanitaan seperti misalnya rahim dan payudara sehingga dapat berkembang pada masa remaja dan tetap dalam keadaan baik. Disamping menjaga kulit agar halus, tulang agar cukup kapur dan menurunkan jumlah lemak dalam darah. Karena itu pengapuran pembuluh darah akibat lemak pada perempuan yang belum mengalami menopause diperlambat. Sebaliknya pada perempuan yang sedang mengalami masa peralihan, produksi hormon estrogen berkurang. Perlindungan terhadap pengapuran pembuluh darah jantung dan pembuluh darah lain juga berkurang. Sehingga dapat meningkatkan terjadinya risiko penyakit jantung dan stroke. Preventif Menjadi tua adalah hal yang kodrati. Namun menjadi tua tetap sehat dan produktif adalah harapan semua orang. Untuk mewujudkan harapan itu tentu saja harus diupayakan terus-menerus sejak muda. Menjaga berat badan agar tetap normal adalah langkah awal yang bijaksana. Keseimbangan antara asupan makanan dan aktivitas sehari-hari harus dijaga. Tubuh harus banyak bergerak, bisa dengan melakukan olahraga sesuai dengan minat dan kemampuan atau melakukan pekerjaan rumah tangga. Lakukan kegiatan ini dengan teratur dan senang. Selain itu tidak ada salahnya melakukan kegiatan yang merupakan hobi. Hal yang barangkali tidak mudah dilaksanakan ketika anak-anak masih kecil. Bisa berkebun atau bertemu dan ngobrol dengan teman-teman, misalnya. Kalau perokok, stop rokok. Santap makanan yang rendah lemak, rendah kolesterol dan kaya serat. Kurangi konsumsi garam dan gula. Cukup minum, terutama air putih. Karena air berguna untuk menurunkan berat badan, dan diperlukan untuk metabolisme lemak. Menjaga tekanan darah dan kolesterol darah. Tes keduanya secara teratur. (Dwi Andriani-35) |