logo SUARA MERDEKA
Line
  Senin, 15 Desember 2003 Semarang & Sekitarnya  
Line

Ribuan Ayam dan Burung Puyuh Mati Terserang Virus VVND

KENDAL- Ribuan ayam petelur dan burung puyuh milik sejumlah peternak di wilayah Kecamatan Boja dan Sukorejo, Kendal, mati. Diduga unggas tersebut terserang penyakit Vilogenic Viscero Tropic New Castle Disease (VVND).

Menurut data Dinas Peternakan Pemkab Kendal, November lalu tercatat 7.000 ekor ayam petelur di Sukorejo dan 1.500 ekor burung puyuh di Boja, mati. Dalam Desember, ayam buras dan petelur yang mati tercatat 25.000 ekor di Sukorejo dan 40.000 di Boja.

Jumlah unggas yang mati diperkirakan lebih banyak dari yang tercatat di Dinas Peternakan. Sejumlah peternak memilih ''menutup diri'' ketika dimintai keterangan. Menurut salah seorang peternak ayam buras di Sukorejo, para peternak yang tergabung dalam paguyuban sudah bersepakat untuk tak memberikan informasi, termasuk kepada pers.

Tak Menular ke Manusia

''Kami khawatir jika masalah ini tersebar luas, nanti berpengaruh negatif terhadap kelangsungan usaha ini. Misalnya, masyarakat tidak mau membeli ayam hasil ternak karena khawatir terjangkit penyakit yang diderita unggas itu,'' kata seorang peternak di Sukorejo yang tidak ingin disebutkan identitasnya, belum lama ini.

Kepala Dinas Peternakan Pemkab Kendal drh Kumaedi mengatakan, jumlah peternak di wilayahnya dan juga yang tersebar di Kecamatan Boja, Sukorejo, Patean, Pageruyung, Limbangan, Singorojo tercatat 60 orang. Jumlah itu termasuk para peternak plasma di Kecamatan Pegandon.

''Virus VVND dikategorikan penyakit misterius dan sulit dikendalikan. Penyakit tersebut juga dapat menyerang ayam kampung. Unggas yang terkena VVND memiliki gejala-gejala antara lain warna jengger berubah gelap, tetelo (kepala bengkak dan tertunduk), lubang hidung dan mulut mengeluarkan lendir berlebihan, serta kotoran berwarna putih-kapur, dan diare,'' papar Kumaedi.

Dia mengemukakan, dari dugaan awal VVND tidak berpengaruh terhadap kesehatan manusia. Para pekerja di peternakan adalah orang yang berhubungan langsung dengan unggas yang terserang VVND. Hingga kemarin kami belum mendapat laporan mereka terjangkit penyakit serius itu.

''Saat kami melihat kondisi peternakan, para pekerja tampak sehat dan tidak ada keluhan sehubungan dengan hal itu,'' ujarnya. (G15-83k)


Berita Utama | Semarang | Sala | Jawa Tengah | Olahraga | Internasional
Budaya | Wacana | Ragam | Ekonomi | Fokus | Cybernews | Berita Kemarin
Copyright© 1996 SUARA MERDEKA