logo SUARA MERDEKA
Line
  Senin, 15 Desember 2003 Jawa Tengah - Pantura  
Line

Pemilihan Lokasi Pembangunan IPAL Harus Tepat

PEMBANGUNAN IPAL yang menggunakan dana bantuan bank Rp 4 miliar hendaknya harus tepat. Jangan sampai setelah bangunan jadi, ternyata masyarakat tak bisa memanfaatkan.

''Itu mengakibatkan dana pinjaman menjadi tak bermanfaat,'' kata Drs H Musta'in Huda, Ketua Komisi D DPRD Kabupaten Pekalongan menanggapi rencana pembangunan IPAL kemarin. Pernyataan tersebut disampaikan sehubungan dengan rencana pembangunan IPAL baru di Wiradesa.

Pembangunan menggunakan dana pinjaman dari bank dunia Rp 4 miliar, disalurkan melalui Bappedal setempat. Sebelumnya fasiltas IPAL dibangun pemerintah untuk warga perajin celana jins di Desa Pakisputih, namun kini diprotes warga akibat limbahnya mencemari sumur-sumur penduduk.

Dia mengatakan, pembangunan lingkungan hidup tidak bisa dibuat seenaknya saja oleh pejabat berwenang tanpa memperhatikan aspirasi masyarakat. Seperti yang terjadi pada pembangunan IPAL di Desa Pakisputih, Kecamatan Kedungwuni.

Menurut Ketua Fraksi PPP itu, sampai kini bangunan IPAL yang sudah lama mangkrak tersebut tidak bisa dimanfaatkan secara optimal. Penyebabnya, di lingkungan pengusaha jins tidak bisa mengoperasikan.

Libatkan Penduduk

Di sisi lain, sebelum pembangunan dilaksanakan masyarakat pengusaha yang menggunakan sarana IPAL tidak diajak bicara. Karena itu, mereka tidak bisa memanfaatkan bangunan yang biayanya cukup tinggi tersebut. Selain itu, pemilihan lokasi juga tidak tepat karena mengabaikan aspirasi warga setempat.

''Saya pesimistis pembangunan IPAL bisa membantu warga dalam mengatasi masalah limbah,'' tuturnya. Alasan utama karena dalam menentuan lokasi belum 100% disetujui masyarakat perajin yang memproduksi limbah.

Karena itu, Musta'in minta pemilihan lokasi pembangunan IPAL harus melibatkan penduduk agar pemanfaatanya bisa optimal. Selain itu, pengusaha yang memanfaatkan IPAL sebelumnya diberi penjelasan dan dilatih cara-cara mengoperasikan sarana tersebut.Dia berpendapat, semua itu harus dilakukan agar penggunaan dana cukup besar itu tidak muspra.

Selain pemilihan lokasi yang tepat, menurut dia, pelatihan mengoperasikan dan memelihara juga harus dilakukan pihak Bapedal, agar bangunan bisa awet dan tidak mangkrak.

''Dan, yang tak kalah penting dana pemeliharaan serta pengoperasian harus bisa ditanggung bersama,'' tandasnya. (Syam Dakrita-80s)


Berita Utama | Semarang | Sala | Jawa Tengah | Olahraga | Internasional
Budaya | Wacana | Ragam | Ekonomi | Fokus | Cybernews | Berita Kemarin
Copyright© 1996 SUARA MERDEKA