logo SUARA MERDEKA
Line
 Berita Utama Minggu, 7 Desember 2003  
Line

Penjual Baju Korpri Kehabisan Stok

  • Pegawai Mengeluh atas Kualitas Kain

SEMARANG- Penjual baju Korpri dengan corak baru di sejumlah pusat perdagangan baju seragam di Semarang, kehabisan stok. Selain itu, para pedagang boboran baju Korpri model lama. Hal itu karena mereka masih memiliki stok baju lama, sementara sekarang tidak digunakan lagi.

"Sejak sebelum Lebaran lalu kami tidak memiliki stok. Kalaupun ada, kini hanya untuk contoh," ungkap salah satu pegawai di Toko HA Kadir Jalan Kauman 19, kemarin.

Di toko tersebut satu potong baju Korpri lengan panjang yang dijual antara Rp 80.000 dan Rp 85.000, bergantung pada kualitasnya. Harga itu rata-rata hampir sama dengan toko-toko lain di sekitar Jalan Kauman yang menjadi salah satu sentra penjualan seragam.

Menurut dia, habisnya stok tersebut karena pembelian awal bahannya terbatas dan akhir-akhir ini mencari bahan motif tersebut sulit. "Waktu itu (awal pembelian bahan-Red), kami hanya membeli satu gulung karena belum ada kepastian akan motif tersebut dipakai atau tidak," ujarnya.

Mengenai baju Korpri lama, dia menyatakan tetap akan dipajang meski tidak lagi dikenakan. "Memang ada risiko bobor, namun sejak ada rencana penggantian kami sudah tidak memproduksi lagi," jelas dia.

Hal senada diungkapkan pedagang di Toko Agung Jaya. Di toko tersebut kini stok untuk baju Korpri baru hanya ada beberapa potong. "Baju Korpri corak lama jumlahnya masih lumayan, tetapi mungkin sudah tidak akan digunakan lagi," jelas seorang penjaga toko tanpa menyebutkan pasti jumlah stok yang dimiliki.

Ny Yanto, petugas bagian penjualan Toko Kain Jangkrik Jalan Kranggan menyatakan persediaan kain untuk seragam Korpri baru sudah habis. Ini disebabkan tingginya permintaan sebelum Lebaran. Namun dia menolak menyebutkan jumlah penjualan yang sudah dilakukan. "Sebenarnya banyak yang menanyakan tetapi sejak minggu lalu stok sudah habis," jelasnya.

Dia mengakui, sejak seminggu lalu pasokan kain dari pabrik tekstil tidak masuk lagi. Kabarnya pabrik kewalahan melayani tingginya permintaan. Adapun kain seragam Korpri lama stoknya masih cukup banyak. Akan tetapi Ny Yanto belum mengetahui akan dipakai apa stok kain yang sudah telanjur dibeli dari pabrik tekstil tersebut.

Per Meter Rp 30.000

Di lingkungan Balai Kota, sejumlah pegawai Pemerintah Kota masih saja membicarakan perihal seragam baru Korpri. Pembicaraan tersebut selalu saja berkisar masalah harga dan kualitas.

Meski dilakukan pemotongan gaji pada pegawai di lingkungan Pemerintah Kota sejak November 2003, ada juga yang membeli bahan sendiri dari luar. Mereka mengaku dengan membeli di luar, harganya jauh lebih rendah dengan kualitas yang tak kalah.

"Di luar, harga bahan per meternya ada yang Rp 10.000. Namun kalau dengan potong gaji sama saja per meter Rp 20.000. Belum lagi ongkos jahit mencapai Rp 30.000," keluh seorang pegawai.

Beberapa wanita pegawai juga masih membicarakan perihal seragam baru tersebut. Mereka yang membeli bahannya dari luar membandingkan dengan yang membeli dengan cara potong gaji. (G2,G7-83c)


Berita Utama | Bincang - Bincang | Semarang | Karikatur | Olahraga | Cybernews | Berita Kemarin
Copyright© 1996 SUARA MERDEKA