| INDEKS BERITA HARI INI | Rabu, 3 Desember 2003 |
|
Tol Semarang-Solo Ditender Ulang
SEMARANG-Proyek jalan tol Semarang-Solo ditender ulang dalam waktu dekat. Langkah itu ditempuh karena investor lama, yakni PT Karya Semesta Indah (KSI), telah diputus oleh pemerintah. ''Jasa Marga sudah mengusulkan kepada Menteri Permukiman dan Prasarana Wilayah agar dilakukan tender ulang terhadap investor yang akan melaksanakan proyek tersebut. |
Banyak Pengusaha Belum Sadar Promosi
WONOGIRI-Banyak pengusaha belum sadar melakukan promosi untuk mencapai target pemasaran produknya. Demikian dikemukakan oleh Drs Poerwanto MM, Kepala Dinas Perindustrian, Perdagangan, Koperasi, dan Penanaman Modal Wonogiri, kemarin. ''Promosi mutlak diperlukan untuk mengenalkan produk kepada masyarakat. |
|
|
Pelunasan Divestasi BII Tunggu Uji Tuntas
JAKARTA-Badan Penyehatan Perbankan Nasional (BPPN) bagai berlomba dengan waktu. Sebelum ditutup Februari 2004, ada sejumlah agenda yang belum terselesaikan. Antara lain divestasi saham Bank Internasonal Indonesia (BII) yang akan dibeli Konsorsium Sorak Financial Holdings serta divestasi saham Bank Lippo. |
Impor Ilegal Hancurkan Harga Beras Petani
JAKARTA-Beras impor ilegal yang masuk ke pasar-pasar tradisional atau pasar domestik menghancurkan harga beras petani. Demikian dikemukakan oleh Widjanarko Puspoyo, Direktur Utama Perum Bulog kepada Suara Merdeka dan Kompas di ruang kerjanya, kemarin. |
|
|
Meningkat, Pembelian Kembali Emas
SEMARANG- Pembelian kembali perhiasan emas oleh pedagang di Semarang setelah Lebaran meningkat. Peningkatan pembelian akibat penjualan oleh konsumen tersebut sekitar 70%. |
Tolak Sikap CGI yang Menyulitkan
JAKARTA-Kendati Indonesia memerlukan pinjaman dari Consultative Group for Indonesia (CGI) untuk menutup defisit APBN 2004, bukan berarti negara-negara donor anggota kelompok itu bisa mendikte. |
|
|
Diragukan, 2004 Ekonomi Tumbuh 4,8%
JAKARTA-Kondisi ekonomi 2004 diperkirakan tidak akan berbeda dari tahun ini. Ramalan Bank Indonesia (BI) bahwa tahun depan ekonomi akan tumbuh 4,8% diragukan. Umar Juoro, ekonom Cides menilai, terlalu berlebihan memprediksi ekonomi tahun 2004 akan tumbuh 4,8%. ''Saya tak melihat indikator yang akan membuat ekonomi nasional bisa tumbuh 4,8%. Mungkin hanya 3%-3,5% atau lebih rendah daripada 2003 yang diperkirakan 4%,'' tutur dia, kemarin. |
||