logo SUARA MERDEKA
Line
  Rabu, 3 Desember 2003 Sala  
Line

Isu Tuyul Picu Massa Bertindak Anarkis

WONOGIRI- Tuduhan isu seseorang memelihara tuyul di Dusun Paguan Desa Suci Kecamatan Pracimantoro Kabupaten Wonogiri, memicu massa bertindak anarkis. Rumah Sukirno (60), yang diisukan punya tuyul, dilempari batu oleh massa. Pelemparan batu ini terjadi setelah Sukirno yang emosi lebih dulu memukul Purwadi (31).

Keterangan yang dihimpun dari Kecamatan Pracimantoro, Selasa (2/12), menyatakan, karena isu tuyul, Purwadi bersama sekitar 30 orang mendatangi rumah Sukirno. Begitu sampai di teras rumah, Purwadi tiba-tiba kesurupan dan dia meminta bertemu Ny Sami yang juga istri Sukirno, untuk menanyakan soal peliharaan tuyulnya.

Tentu saja hal itu membuat emosi Sukirno dan serta merta Purwadi dipukuli. Massa yang melihat Purwadi dipukuli langsung marah dan secara spontan ganti mengamuk dengan melempari batu ke arah atap rumah Sukirno.

Kasus ini segera dilaporkan ke Polsek Pracimantoro. Seketika itu juga polisi mengendalikan massa untuk tidak terlalu jauh berbuat anarkis. Massa dibubarkan dan diminta segera meninggalkan rumah Sukirno.

Emosi massa mereda, tetapi mereka mengajukan tuntutan agar Sukirno ditahan guna pengusutan kasus dugaan dia memelihara tuyul. Massa juga meminta pertanggungjawaban Sukirno atas tindakan penganiayaan yang telah dilakukannya terhadap Purwadi.

Saat itu juga demi pengamanan dari kemungkinan amuk massa, Sukirno dibawa ke Mapolsek Pracimantoro dan selanjutnya diserahkan ke Mapolres Wonogiri.

Kapolsek Pracimantoro Iptu Totok, Selasa (2/12) mengatakan, untuk mengembalikan suasana masyarakat agar tidak emosional dan berbuat anarkis, polisi bersama unsur muspika dan pamong Desa Suci, berupaya mengumpulkan warga di gedung balai desa. Mereka memberikan pembinaan dan pemahaman tentang supremasi hukum kepada warga. Hasil penelitian polisi ada sekitar 30 genting rumah Sukirno pecah akibat dilempari batu oleh massa.

Sukirno ketika diusut membantah dengan tegas tuduhan bahwa dia, istri dan keluarganya pernah punya dan memelihara tuyul.

Tuduhan tentang tuyul itu dinilai sebagai fitnah yang menyakitkan dan merusak nama baik dirinya dan keluarganya. (P27-80k)


Berita Utama | Semarang | Sala | Jawa Tengah | Olahraga | Internasional
Budaya | Wacana | Ekonomi | Fokus | Cybernews | Berita Kemarin
Copyright© 1996 SUARA MERDEKA