
| Rabu, 3 Desember 2003 | Semarang & Sekitarnya |
Pemecah Arus Jembatan Tinjomoyo Ambrol
SEMARANG - Bangunan pemecah arus jembatan Tinjomoyo Semarang, sejak beberapa waktu lalu patah dan ambrol. Kerusakan tersebut dikhawatirkan bisa mempengaruhi konstruksi jembatan. Berdasarkan pengamatan, terdapat delapan pemecah arus di bawah jembatan itu. Beberapa di antaranya hilang, sebagian lagi patah dan nyaris ambrol. Jembatan Tinjomoyo merupakan satu-satunya jalan yang bisa dilalui kendaraan hingga sebesar bus, untuk bisa masuk ke Taman Margaraya Tinjomoyo Semarang. Selain itu, di sisi timur tempat wisata itu juga terdapat perkampungan, dan penduduknya sering menggunakan jembatan tersebut. Pakar sungai Dr Ir Nelwan Dipl HE, Selasa (2/12) ketika dimintai komentar mengenai hal itu menjelaskan, untuk saat ini jembatan tesebut masih cukup kuat. Namun sebaiknya DPU Kota segera melakukan perbaikan, sehingga kerusakan tidak makin parah. Dia menjelaskan, jembatan Tinjomoyo dibangun di atas lima gorong-gorong besar yang masing-masing berdiameter lebih kurang 10 meter. Di antara gorong-gorong tersebut kemudian diisi adonan semen dan batu sehingga lebih kuat. Agar batu-batu yang mengisi gorong-gorong itu tidak tergerus aliran sungai, maka dibuatkan bangunan pemecah arus tersebut. Menggerus Ketika bangunan itu rusak, dikhawatirkan air akan menggerus batu-batu yang berada di antara gorong-gorong tersebut. Akibatnya lempengan jembatan di atasnya bisa ambles. "Sebaiknya bangunan pemecah arus itu diperbaiki," kata dia. Dijelaskan, gorong-gorong sebagai penyangga utama jembatan itu, kini masih cukup kuat. Dia juga melihat kondisi jembatan itu dan dinding gorong-gorong belum terpengaruh. Namun demikian, wilayah Tinjomoyo dan sekitarnya merupakan daerah labil. Tanda-tanda pergerakan tanah itu terlihat dengan rusaknya beberapa bangunan di dalam lokasi Taman Margaraya. Selain itu, jalan menuju ke tempat tersebut juga sudah beberapa kali patah. Setiap kali terjadi pergerakan tanah, gorong-gorong beserta lempengan jembatan di atasnya juga ikut bergerak. Hal itulah yang diduga menjadi penyebab ambrolnya bangunan pemecah arus. "Untuk memperbaiki jembatan itu memang mahal. Namun hal itu lebih baik jika dibandingkan harus melakukan pembangunan ulang," kata dia. (G6-45) |