
| Rabu, 3 Desember 2003 | Semarang & Sekitarnya |
Sudah Disidak, Tetap Ada yang MembolosBALAI KOTA - Meski Wali Kota H Sukawi Sutarip bersama sejumlah pejabat telah melakukan inspeksi mendadak (sidak) di hari pertama masuk kerja setelah libur dan cuti bersama, tetap saja ada pegawai yang membolos pada hari kedua. Namun jumlahnya turun drastis dibandingkan hari pertama. Kepala Kantor Informasi dan Komunikasi Kota Drs Masrohan Bahri mengungkapkan, saat disidak, ada 34 pegawai yang ketahuan tidak masuk kerja tanpa keterangan. Pada hari kedua, sebagian yang tidak masuk tersebut sudah kembali ngantor. "Jumlah yang sudah masuk kembali (dari 34-Red) mencapai 90%," kata dia, Selasa (2/12). Dia mengatakan, jumlah pegawai di lingkungan kantor, setda, badan, dinas, dan kecamatan mencapai 3.156 orang. Dari jumlah tersebut 34 tidak masuk tanpa keterangan. Sementara yang lain karena sakit ada 16 orang, cuti (35), izin (24), dan dinas luar (33). Dengan demikian, total pegawai yang absen dengan berbagai alasan ada 142 orang.
Jika dipersentase, hanya 0,04% yang tidak masuk. Adapun yang tidak masuk tanpa keterangan hanya 0,01%. Dia menambahkan, sebelum sidak, masing-masing kepala dinas atau komponen, diminta menyerahkan daftar absensi pegawai. Yang ada di lingkungan setda diminta menyerahkan pada pukul 08.30, sedangkan yang di luar pukul 09.00. Daftar hadir tersebut untuk mengecek jumlah pegawai yang sebenarnya pada saat dilakukan sidak. "Waktu dan tempat sidak tidak diberitahukan. Berdasarkan evaluasi, jumlah yang tidak masuk tanpa keterangan lebih kecil dari tahun lalu," tandas dia. Sementara itu, menurut anggota Fraksi PDI-P DPRD Kota H Otok Riyanto, pegawai yang membolos pada hari pertama masuk kerja, jumlahnya masih lumayan, sebab tidak sampai 1%. "Jika dibandingkan dengan jumlah seluruh pegawai, masih sedikit." Dia juga menilai, sanksi yang akan diberikan pada pegawai yang membolos sudah tepat. Itu bisa menjadi pelajaran bagi yang lain agar tidak main-main dengan kerjanya. Menurut dia, pemberlakukan libur dan cuti bersama tersebut cukup bagus. Dengan begitu, para pegawai Pemkot cukup puas dengan libur yang ditetapkan. Dia juga meminta Satpol PP kembali melakukan razia pada PNS di luar kantor saat jam kerja bukan untuk urusan dinas, misalnya di mal dan sebagainya. "Sebab mereka (PNS-Red) kan pelayan masyarakat. Jadi siapa lagi yang akan melayani jika mereka tidak ada di kantornya," tandas dia. (G7-45) Rekapitulasi Absensi Pegawai Pemerintah Kota di Hari Pertama Kerja setelah Hari Raya
| ||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||