
| Rabu, 3 Desember 2003 | Semarang & Sekitarnya |
Semarang Punya Karakteristik KhususKOMANDAN Kodim 0733/BS Semarang Letkol (Kav) Gina Yoginda memikul tugas yang tidak ringan untuk mengamankan Kota Semarang, agar tetap kondusif. Pria lulusan Akmil tahun 1986 itu mengakui kalau Semarang memiliki karakteristik khusus sebagai ibu kota provinsi, sehingga memiliki potensi kerawanan. "Potensi kerawanan itu, dari dalam Kota Semarang ada, namun kecil. Potensi kerawanan yang datang dari luar kota justru lebih besar," tegasnya. Dia mencontohkan ditemukannya bahan peledak beberapa waktu lalu yang ternyata merupakan ulah orang luar Semarang dan rencananya diledakkan di kota lain. Yogi mengungkapkan, secara umum dia melihat Kota Semarang memiliki situasi dan kondisi keamanan yang cukup kondusif. Artinya, kemungkinan terjadi gangguan keamanan dalam skala yang besar dan dapat mengganggu stabilitas negara, sangat kecil. "Bukan berarti kami lengah terhadap semua potensi terjadinya kerawanan keamanan tersebut. Aparat keamanan terus-menerus melakukan pemantauan dan perencanaan strategis untuk mengantisipasi hal yang tidak diinginkan."
Untuk melaksanakan perencanaan strategis tersebut, kata dia, Kodim sebagai pelopor pembinaan teritorial (binter) telah menyiapkannya. Semua personel Kodim yang didukung oleh masyarakat akan dilibatkan. Dia mencanangkan fungsi binter kepada personelnya sesuai dengan visi ke dalam yang telah dimiliki oleh TNI AD. Yakni menciptakan prajurit yang solid, profesional, tangguh, memiliki wawasan kebangsaan, dan dicintai rakyat, serta bertutur kata yang baik. "Aplikasi visi tersebut diharapkan dapat semakin menciptakan iklim yang kondusif. Kodim dan masyarakat dapat saling bekerja sama menciptakan iklim tersebut." Dia mencontohkan kegiatan manunggal dalam rangka pembinaan wilayah yang melibatkan TNI dan masyarakat. Hal tersebut dilakukan sebagai wujud kegiatan kemanusiaan dan bakti sosial TNI kepada masyarakat. Disinggung tentang pelaksanaan Pemilu 2004 yang akan berlangsung dalam waktu dekat, Yogi beserta seluruh jajarannya di Kota Semarang bertekad untuk melancarkan dan menyukseskannya. Kegagalan pemilu akan berdampak besar terhadap kelangsungan hidup bangsa. "TNI sebagai salah satu pilar pertahanan dan keamanan bangsa mendapat tanggung jawab yang besar bersama rakyat untuk menyukseskan pemilu." Dandim berencana dapat bertemu dengan semua pemimpin partai yang ikut serta dalam pemilu, untuk menyejajarkan visi dan misi demi suksesnya pesta rakyat tersebut. "Pemilu itu ibarat pertandingan olahraga. Kalah dan menang adalah hal yang biasa, dan kemenangan itu adalah kemenangan bersama yang harus dihormati." Selain itu, permasalahan yang ada di Semarang harus dapat diselesaikan oleh warga dalam kerangka prioritas untuk kepentingan bersama, dengan tidak mengorbankan kepentingan bersama itu untuk kepentingan kelompok. Sebagai salah satu kota besar di Indonesia, Semarang menjadi tumpuan warga Jateng. Dalam hubungan ini Yogi melihat perlunya peningkatan persaudaraan antarmasyarakat untuk dapat menjaga iklim kondusif yang selama ini sudah terjalin dengan baik.(Surya Yuli P-45k) |