logo SUARA MERDEKA
Line
  Rabu, 3 Desember 2003 Semarang & Sekitarnya  
Line

Banyak Perahu Cothok Berhias Bendera Partai

  • Tradisi Syawalan di Morodemak

DEMAK- Nilai-nilai tradisi syawalan atau pesta sedekah laut di Pantai Morodemak, Bonang, Demak, kemarin sudah dicampuri kepentingan politik. Banyak perahu cothok pengangkut penumpang milik nelayan dipasangi bendera dan atribut partai.

Sebaliknya, hiasan janur, sarung, dan alat-alat dapur aksesori nelayan jarang terlihat lagi.

Setidaknya ada lima bendera partai berkibar di atas perahu nelayan Morodemak, yaitu bendera PDI-P, PPP, Partai Amanat Nasional (PAN), Partai Golkar, dan Partai Kebangkitan Bangsa (PKB).

Tradisi syawalan di Pantai Morodemak tampaknya berubah menjadi kampanye terselubung. Apalagi sekarang mendekati pemilu tahun 2004.

Bagaimana reaksi pengunjung di arena syawalan itu? Mereka acuh tak acuh menyaksikan suasana kampanye terselubung itu. Mereka lebih tertarik menikmati keindahan pantai dan alam. Apalagi hari itu cuaca sangat cerah. Anak-anak pun mengajak orang tua mereka bersimburan air di pantai yang dangkal.

Tak jauh dari tempat itu anak-anak bermain di pasir putih. Ada pula yang berkejar-kejaran atau sepakbola. Para orang tua tampak gembira. Sesekali mereka memperingatkan anak-anak agar hati-hati saat bermain di pantai.

Selain untuk syawalan, di Pantai Morodemak banyak perahu cothok disewa pengunjung. Lantaran banyak, perahu pun bersenggolan. Begitu tersenggol, penumpang tertawa dan bersorak-sorai. Tak jarang sesama nelayan yang mengemudikan perahu bercanda dan bertegur sapa.

Pesta sedekah laut bagi kaum nelayan dan masyarakat itu dihadiri Sekda Drs H Tafta Zani MM mewakili Bupati. Dia bersama Muspida melangsungkan tradisi penyerahan nasi tumpeng besar kepada ketua panitia syawalan Iskandar.

Selanjutnya nasi tumpeg diangkut empat nelayan ke perahu cothok yang ditumpangi Muspida. Di atas perahu itu, Muspida, pejabat, kepala dinas, camat, dan nelayan makan bersama.

Pemandangan menggelitik terjadi saat memasuki kawasan Desa Purworejo, Bonang. Di antara spanduk selamat berlebaran yang dipasang partai politik ada satu spanduk bernada mengkritik. Yakni, bertulisakan ''Selamat Datang Bupati dan Pejabat di Arena Syawalan Penderitaan Nelayan. Akibat Solar Mahal, Ikan Murah, KUD Lungkrah, dan KKP Menyerah''.

Namun hal itu tak mempengaruhi suasana syawalan yang tetap ramai. Di kawasan dekat bangunan pelelangan ikan yang baru itu banyak pedagang suvenir, warung makan, penjual bakso, penjual mainan anak-anak, pedagang ikan, dan lain-lain. Sebagian pedagang yang mrema adalah pendatang yang memanfaatkan tradisi syawalan.

Dalam acara itu juga ada hiburan musik oleh OM Cleopatra dari Solo. (F2-83g)


Berita Utama | Semarang | Sala | Jawa Tengah | Olahraga | Internasional
Budaya | Wacana | Ekonomi | Fokus | Cybernews | Berita Kemarin
Copyright© 1996 SUARA MERDEKA