
| Rabu, 3 Desember 2003 | Semarang & Sekitarnya |
Memoles Anak lewat Lomba BalitaSEMARANG - Anak adalah permata yang dapat bersinar terang berkat polesan dan pemeliharaan sebagaimana mestinya. Di tangan anak-anak itu pulalah masa depan bangsa dan negara ini berada. Guna mewujudkan itu Dinas Kesehatan dan Kesejahtaraan Sosial Provinsi bekerjasama dengan Yayasan Kesejahteraan Anak Indonesia (YKAI) dan Indofood menyelenggarakan kegiatan ''Lomba Balita Indonesia'' tingkat provinsi yang dilakukan secara serentak di seluruh Indonesia. Sedangkan untuk provinsi Jateng akan diadakan di Wisma PKBI Semarang, pada Rabu (3/12). Lomba terbagi dalam dua kelompok, yaitu kelompok I (usia 6-24 bulan) dan kelompok II (usia 2-5 tahun). Sebanyak 30 peserta lomba-merupakan pemenang dari tingkat kabupaten dan kotamadya- berkompetisi untuk dinobatkan sebagai Balita Sehat mewakili Jateng. Sebagai pemenang pertama akan disediakan piala Gubernur dan tabungan dan pemenang kedua disediakan piala dari Dinkessos Provinsi dan tabungan. Sementara itu, seluruh pemenang seluruh pemenang kelompok I (usia 6-24 bulan) mendapat piala serta produk dari Sun Promina, begitu juga seluruh pemenang kelompok II (usia 2-5) akan mendapat piala dan produk Indomie. Penjurian lomba meliputi empat aspek, yakni antropometro, kesehatan, perkembangan psikologi anak dan kesehatan gigi. Adapun selaku tim jurinya, meliputi tim antropometri, dokter spesialis anak, psikolog anak, dan dokter gigi. Harry Tampi, General Manager PT Indofood Sukses Makmur Tbk Divisi Noodle Cabang Semarang menjelaskan, Indofood konsisten mendukung Lomba Balita Indonesia sejak pertama kali diselenggarakan-sejak tahun 1988, karena sebagai perusahaan yang memproduksi makanan, Indofood memiliki kontribusi untuk menyediakan makanan yang sehat dan bergizi kepada konsumen sejak usia balita hingga manula. Indofood selalu menganggap setiap insan adalah ''permata''. Permata Indonesia penerus bangsa untuk balita, permata Indonesia harapan bangsa adalah para pemuda usia sekolah hingga perguruan tinggi, permata Indonesia penentu bangsa adalah masyarakat usia produktif, dan permata Indonesia teladan bangsa adalah para pensiunan. Lomba Balita Indonesia, kata dia, telah dilaksanakan secara berjenjang mulai dari Posyandu/Puskesmas hingga tingkat kecamatan, kabupaten/kotamadya, hingga tingkat provinsi dan nasional. ''Harapannya dengan lomba itu berperan dalam menggerakkan para orang tua untuk lebih memperhatikan balita mereka melalui pemantauan rutin lewat Posyandu dan Puskesmas, dan menjadi wadah para ibu agar semakin memperhatikan kesehatan para parmata Indonesia penerus bangsa,'' tuturnya. (H3-84) |