logo SUARA MERDEKA
Line
  Rabu, 3 Desember 2003 Semarang & Sekitarnya  
Line

Rumah Pengusaha Dibobol Maling

SEMARANG UTARA -Pencuri kembali beraksi di rumah kosong. Kali ini korbannya pengusaha mebel, Surya Cita (40), warga Perumahan Tanah Emas Jalan Kuala Mas I/26, Panggung Lor, Senin (1/12). Berbagai perhiasan emas dan uang tunai sekitar Rp 5 juta raib dibawa pencuri.

Salah seorang pembantu di rumah itu, Reni (25) asal Desa Juwangi, Grobogan, menuturkan kejadian itu kali pertama diketahui Surya dan istrinya, Maya, sepulang dari bepergian sekitar pukul 16.30. Surya melihat pintu samping rumah terbuka. Kunci rusak seperti bekas dicongkel.

Isi sebuah lemari di kamar tidur acak-acakan. Sejumlah perhiasan emas dan uang sekitar Rp 5 juta di dalam lemari tak tersisa.

''Saya tidak tahu persis berapa gram perhiasan dan uang majikan saya yang hilang. Yang saya tahu sejumlah perhiasan dan uang tunai saja,'' kata Reni.

Saat peristiwa itu rumah kosong. Majikannya seharian pergi ke suatu tempat. Tiga orang pembantu lain sudah pulang kampung sejak Selasa (30/12). Dia sore itu baru saja kembali dari kampung.

''Jadi saat saya memasuki rumah bersamaan dengan majikan. Saat itu saya menunggu di luar rumah karena pintu terkunci.''

Seorang penjaga rumah korban, Heri (53), mengakui saat kejadian sudah lepas piket. Dia menyatakan tak mengetahui situasi rumah karena pintu gerbang terkunci. ''Saya tugas sejak pukul 08.00 sampai 16.30. Setelah itu saya pulang .''

Dia kaget mendengar peristiwa itu dari polisi yang mencarinya sekitar pukul 19.00. Sebab, siang hari dia tak melihat tanda-tanda mencurigakan di rumah itu.

Dia menduga pencuri memasuki rumah itu dengan memanjat tebing tembok rumah bagian belakang. Setelah itu pencuri memasuki garasi rumah setelah merusak pagar kawat ram yang melindungi rumah. Sebab, sebagian pagar kawat ram terbuka secara paksa tepat di atas rumah bagian belalakang.

''Belakang rumah Pak Surya tanah kosong. Bisa saja pencuri memanjat dari tembok belakang rumah,'' katanya.

Bobol Wartel

Peristiwa yang sama terjadi di rumah Kuncoro (40), Jalan Tumpang 96 Semarang. Sebuah televisi, printer, dan sejumlah benda pos dagangan raib dari toko sekaligus usaha wartel itu. Kerugian ditaksir belasan juta rupiah.

Berdasar laporan kepada polisi, peristiwa Senin (1/12) itu kali pertama diketahui anaknya, Sri Ajeng, saat hendak membuka toko pagi hari. Namun Sri tidak melihat televisi, printer, dan benda-benda pos di tempatnya.

Aparat reskrim yang memeriksa tak menemukan tanda-tanda mencurigakan. Diduga pencuri beraksi dengan kunci palsu. (G5-84g)


Berita Utama | Semarang | Sala | Jawa Tengah | Olahraga | Internasional
Budaya | Wacana | Ekonomi | Fokus | Cybernews | Berita Kemarin
Copyright© 1996 SUARA MERDEKA