
| Rabu, 3 Desember 2003 | Semarang & Sekitarnya |
Soal Cewek, Pemuda Antarkampung Tawur
GAYAMSARI-Aksi tawur antarpemuda yang melibatkan dua kampung terjadi di Kampung Singoyudan, Muktiharjo Lor, Genuk. Namun tindakan itu berhasil digagalkan aparat Polsekta Semarang Genuk, Senin (1/12) sekitar pukul 21.00. Pemuda yang terlibat aksi tawur itu dari Kampung Singoyudan, Muktiharjo Lor, Genuk dan Condrorejo, Muktiharjo Kidul, Semarang Timur. Seorang pemuda, Andi (22), warga Sawah Besar, Gayamsari, terpaksa diamankan di Mapolsekta Semarang Timur karena terbukti melakukan pemukulan kepada Arif (20), warga Condrorejo, Muktiharjo Kidul hingga terluka. Menurut sejumlah saksi di lokasi, saat terjadi penyerangan dari pemuda Kampung Condrorejo, Senin (1/12) sekitar pukul 20.30, situasi sangat mencekam. Puluhan pemuda yang umumnya membawa alat pemukul kayu, besi, dan senjata tajam, berjalan beriringan menyeberangi rel KA menuju ke Kampung Singoyudan. Mereka berteriak-teriak mencari seorang pemuda bernama Joko Lelono, Kampung Singsoyudan, warga RT 1 RW V. Melihat gelagat yang kurang baik, warga Singoyudan langsung mematikan lampu-lampu rumah. Di sela-sela ketegangan itu, salah seorang warga menghubungi petugas Polsekta Semarang Genuk. Tak lama kemudian puluhan aparat dari Polsekta tersebut datang menggunakan mobil patroli. Tak lama kemudian, dua truk pasukan Dalmas Poltabes juga tiba di lokasi. Mengetahui polisi datang, puluhan pemuda asal Condrorejo kocar-kacir. Mereka berpencar ke sagala arah. Bahkan ada yang nekat menjeburkan diri ke sebuah parit kecil hingga berlumuran lumpur. Soal Sepele Kapolsekta Semarang Genuk AKP Wasidi yang langsung turun ke lokasi, melakukan sterilisasi wilayah Singoyudan. Puluhan aparat berjaga-jaga di sudut-sudut kampung dan sebagian memblokir batas wilayah kampung yang dibatasi rel KA. Sekitar pukul 21.30, AKP Wasidi mengumpulkan sejumlah tokoh masyarakat dua kampung yang berseteru di Mapolsek. Dari dialog malam itu, kata Wasidi, diketahui tawur antarpemuda disulut persoalan sepele, yaitu masalah cewek. Sabtu malam (29/11), Joko Lelono (18) warga Kampung Singoyudan mengantar pulang teman wanitanya Pit (17), warga Condrorejo sekitar pukul 21.00. Saat itu, dia diantar oleh tiga kawannya Imam, Rio, dan Sarno, ketiganya masih teman satu kampung. Karena di sudut kampung Condrorejo berkumpul sejumlah pemuda yang sedang kongkow, Joko Lelono cs dan Pit sungkan melewatinya. Karena itu, Pit meminta kepada Joko cs agar diperbolehkan pulang sendiri. Permintaan itu dituruti Joko cs. Namun, keberadaan Joko cs diketahui sejumlah pemuda Condrorejo. Diduga mereka marah karena Pit diantar Joko cs. Kebetulan di antara pemuda Condrorejo itu, Yudi (22), mempunyai masalah dengan Joko. Yudi cs kemudian mendatangi Joko cs. Setelah terjadi adu mulut, terjadilah aksi pemukulan. Aksi itu berhasil dilerai warga Condrorejo dan akhirnya Joko cs pulang. Ternyata persoalan tidak berhenti di situ. Joko cs kemudian memberitahukan kejadian itu ke sejumlah kawan-kawannya. Salah satu yang diminta membantu membalas pemuda Condrorejo adalah Andi (24), warga Sawah Besar. Senin (1/12) malam sekitar pukul 20.30, Joko cs kembali ngluruk ke Condrorejo untuk balas dendam. Namun mereka hanya menemukan Arif (20), yang diduga kawan Yudi cs. Mereka kemudian menghajar Arif dengan alat pentungan besi. Akibatnya, kepala Arif robek hingga mendapatkan enam jahitan di IGD RSI Sultan Agung Semarang. ''Andi kepada polisi telah mengakui perbuatannya memukul Arif. Perbuatannya diproses sesuai dengan jalur hukum. Karena pemukulan itu terjadi di wilayah Polsekta Semarang Timur, maka kasus itu dilimpahkan ke Polsekta tersebut,'' katanya. Setelah kepulangan Joko cs, selang setengah jam giliran Yudi cs ngluruk ke Singoyudan. Kali ini, Yudi bersama puluhan kawan-kawannya bertujuan membuat perhitungan kepada Joko cs. Sebelum aksi tawur terjadi, aparat Polsekta Semarang Genuk menggagalkannya. (G5-84s) |