logo SUARA MERDEKA
Line
  Rabu, 3 Desember 2003 Semarang & Sekitarnya  
Line

68.000 Orang Berisiko Kena HIV/AIDS

SEMARANG Berdasar data dari Komite Penanggulangan AIDS Daerah (KPAD) Kota Semarang, jumlah kasus HIV/ AIDS kumulatif 1993-2003 di Semarang, tercatat 44 kasus.

Menurut Ketua Forum Masyarakat Peduli AIDS Kota Semarang Ir Yohanes Budiyono, kesadaran masyarakat yang menjadi klien wanita penjaja seks komersial sangat penting untuk menanyakan angka perkembangannya.

"Terutama yang berada di sekitar kota ATLAS ini," kata Yohanes Budiono di Kantor Sekretariat Jl Tentara Pelajar 81, kemarin. Dia didampingi sekretarisnya, Vitri Ratna Palupi SKp, dan Bendahara Nathalia Iko PD.

Dari hasil survei yang dilakukannya, populasi kelompok risiko tinggi di ibu kota Provinsi Jawa Tengah berjumlah 68.000 orang. Dari jumlah itu, 12.500 orang merupakan klien wanita tunasusila. Mereka terdiri atas 5.000 tukang becak, 1.000 sopir taksi, dan 500 tukang ojek. Ini belum termasuk populasi Injection Drug User (IDU) di Kota Semarang."

Menurut dia, seseorang yang telah mengetahui dirinya terinfeksi virus HIV cenderung bersembunyi. Ini tidak lepas akibat dari kuatnya stigma dan diskriminasi dari masyarakat sekitarnya.

Seminar mengupas tuntas berbagai permasalahan yang menyangkut HIV/AIDS, akan digelar di Gedung Balai Kota, Sabtu (13/12), mulai pukul 09.00.

Pembicara, kecuali Wali Kota, juga Nurul Arifin, Prof Dr Ahmad Rofiq MA, Prof Dr dr Satoto MPH, Rico, Yayang, dr Setiawan, dan Prie GS sebagai moderator. (E4-84k)


Berita Utama | Semarang | Sala | Jawa Tengah | Olahraga | Internasional
Budaya | Wacana | Ekonomi | Fokus | Cybernews | Berita Kemarin
Copyright© 1996 SUARA MERDEKA