
| Rabu, 3 Desember 2003 | Internasional |
Tidak Seorang pun Pilot BA Pernah Berpapasan Air Force OneWASHINGTON - Perusahaan penerbangan Inggris, British Airways (BA), mengatakan tidak seorang pun pilotnya pernah berpapasan dengan pesawat Air Force One (pesawat kepresidenan AS), saat Presiden AS George W Bush melakukan penerbangan rahasia ke Bagdad. Pernyataan BA tersebut bertentangan dengan laporan Gedung Putih tentang perpapasan di udara, yang katanya hampir memaksa Bush membatalkan perjalanan ke Irak. Honor Verrier, juru bicara BA di Amerika Utara, mengatakan ada dua pesawat BA yang berada di wilayah Atlantik saat itu. Namun, tidak ada di antara mereka yang bertanya melalui radio komunikasi, apakah pesawat yang dipergoki tersebut Air Force One. ''Kami telah berbicara kepada para kapten BA yang berada di wilayah tersebut, pada saat itu. Tidak ada yang berkomentar tentang Air Force One, mereka juga tidak mendengar pesawat lain membuat pernyataan melalui radio komunikasi,'' kata Verrier, menjawab pertanyaan Reuters. Selasa kemarin, Gedung Putih tidak berkomentar mengenai perbedaan pernyataan tersebut. Para pembantu Bush pekan lalu dengan antusias menceritakan, bagaimana Air Force One yang membawa Bush dan rombongan ke Bagdad diduga dipergoki oleh seorang pilot BA yang sama-sama terbang di angkasa Atlantik, Rabu malam lalu. ''Apakah saya melihat Air Force One?'' tanya pilot itu melalui radio, seperti dikutip Gedung Putih. Diam sejenak, sebelum muncul jawaban dari Air Force One: ''Gulfstream 5'' (sebuah pesawat penumpang yang jauh lebih kecil daripada 747 Air Force One). Seperti diceritakan salah seorang pembantu Bush, pilot BA tersebut tampak menyadari Bush dalam perjalanan rahasia, dan si pilot menjawab: ''Oh.'' Menurut Gedung Putih, perpapasan di udara tersebut merupakan salah satu peristiwa paling menegangkan selama penerbangan rahasia Bush ke Bagdad.(rtr-ben-30) |