logo SUARA MERDEKA
Line
  Rabu, 3 Desember 2003 Internasional  
Line

Inggris Gagalkan Aksi Teror

LONDON - Kepolisian Inggris mengklaim telah menangkap empat pria di London, Selasa kemarin. Keempatnya dituduh memerintahkan, merencanakan, atau mencoba melakukan serangan teror.

Penangkapan tersebut dilakukan dalam serangkaian serbuan fajar di bagian baratdaya ibu kota Inggris itu, kata juru bicara Kepolisian London. Sumber-sumber keamanan mengatakan, penangkapan tersebut berkaitan dengan terorisme internasional.

Para tersangka sedang diperiksa di sebuah kantor kepolisian London. ''Pada pukul 05.00 (12.00 WIB), para petugas unit antiterorisme Metropolitan Police Services melaksanakan penggeledahan di enam rumah dan tiga tempat di London baratdaya,'' kata juru bicara tersebut.

''Empat pria, dua berusia 29, satu 28, dan satu lagi 32 tahun, ditangkap berdasarkan Pasal 41 UU Terorisme 2000, dengan tuduhan terlibat persekongkolan, perencanaan, dan menganjurkan tindak pidana terorisme.''

Inggris telah menjadi negara kedua yang menerapkan siaga keamanan sangat tinggi selama dua pekan terakhir, setelah pejabat intelijen negara tersebut mengatakan menerima informasi tentang perencanaan sebuah serangan, tanpa sasaran spesifik.

Senin lalu, polisi antiteror Inggris menambah penahanan seorang yang dicurigai akan melakukan aksi bom jibaku. Tersangka tersebut tertangkap di kota Gloucester, Inggris baratdaya, Kamis lalu.

Peringatan AS

Sementara itu, Kedubes AS di Arab Saudi mengingatkan para warga negara Amerika tentang kemungkinan serangan terhadap kompleks-kompleks perumahan warga Barat.

Dikatakan, ada informasi sekurangnya sebuah kompleks perumahan sedang diintai oleh para militan.

Sebagai respons terhadap informasi itu, Kedubes AS mengatakan pihaknya telah melakukan larangan terhadap para staf warga Amerika dan keluarganya untuk mengunjungi kompleks-kompleks perumahan di Riyadh, ibu kota Saudi, pada waktu malam.

''Informasi yang baru mengindikasikan, kompleks perumahan Seder Village di Riyadh telah diintai oleh elemen-elemen teroris,'' kata kedubes itu, dalam peringatan kepada warga Amerika di negara kerajaan tersebut.

Peringatan AS tersebut datang tiga hari setelah Inggris mengingatkan 30.000 warganya di Arab Saudi, bahwa para militan mungkin telah berada pada tahap akhir dalam melakukan rencana penyerangan di kerajaan kaya minyak tersebut.

Bulan lalu, dua bom jibaku di sebuah kompleks perumahan di Riyadh menewaskan sedikitnya 18 orang, terutama warga asing.

Pada 12 Mei lalu, tiga serangan bom jibaku di tiga kompleks perumahan menewaskan 35 orang, termasuk warga Amerika dan warga asing lain. (rtr-ben-30)


Berita Utama | Semarang | Sala | Jawa Tengah | Olahraga | Internasional
Budaya | Wacana | Ekonomi | Fokus | Cybernews | Berita Kemarin
Copyright© 1996 SUARA MERDEKA